Hari Buruh 2026 Jadi Refleksi Bersama, Mahasiswa Diminta Jadi Agen Perubahan di Era Digital dan AI

PADANG | Budimannews.com — Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Sumatera Barat tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk memperjuangkan pekerjaan layak, upah adil, dan perlindungan tenaga kerja di tengah tantangan era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pesan itu disampaikan melalui kampanye edukatif yang diunggah akun media sosial Disnakertrans Sumbar, Kamis (7/5/2026), yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dunia pendidikan, dan generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

“Pemerintah hadir melalui pembinaan, pengawasan, pelatihan dan mediasi untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Namun perubahan tidak bisa berjalan sendiri,” tulis pesan dalam kampanye tersebut.

Dalam narasi yang disampaikan, mahasiswa disebut memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Tidak hanya mengkritisi kebijakan publik, mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus mengubah pola kerja global.

Sorotan terhadap era digital dan AI menjadi perhatian penting karena transformasi teknologi dinilai membawa dampak besar terhadap dunia ketenagakerjaan. Banyak jenis pekerjaan berubah, bahkan tergantikan oleh otomatisasi, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak.

Peringatan Hari Buruh 2026 juga menjadi pengingat bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjamin kesejahteraan, perlindungan, dan keadilan bagi seluruh pekerja.

Di sisi lain, dunia kampus didorong untuk lebih aktif menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan keterampilan digital, inovasi, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan industri modern.

Dengan semangat kolaborasi, Hari Buruh 2026 diharapkan menjadi titik penguatan sinergi antara pemerintah, pekerja, mahasiswa, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem kerja yang lebih inklusif, produktif, dan berkeadilan di Sumatera Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *