Padang, Kamis 20/08/2026, BNEWS — Semangat memperkuat gerakan filantropi Islam dan pemberdayaan masyarakat mengemuka dalam kegiatan LAZISMU Talk yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri berbagai unsur Muhammadiyah serta undangan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi, integrasi, dan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin profesional serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. LAZISMU Talk tidak hanya menjadi forum penyampaian gagasan, tetapi juga momentum mempertemukan berbagai pemikiran mengenai penguatan peran LAZISMU dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi umat.
Salah satu pesan penting yang mengemuka adalah bahwa gerakan zakat pada masa sekarang tidak cukup berhenti pada pola penghimpunan dan penyaluran bantuan. Pengelolaan dana umat perlu diarahkan pada program-program yang produktif, terukur, transparan, dan berkelanjutan.
Zakat Harus Melahirkan Kemandirian
Melalui pengelolaan yang tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, pemberdayaan UMKM, penanggulangan kemiskinan hingga berbagai kegiatan kemanusiaan.
Karena itu, kolaborasi antara LAZISMU, persyarikatan Muhammadiyah, amal usaha, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci memperluas manfaat program.
Orientasi gerakan juga perlu semakin diarahkan pada pemberdayaan. Masyarakat penerima manfaat diharapkan tidak hanya mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan membangun kemandirian ekonomi.
Integrasi dan Kolaborasi Jadi Kekuatan
LAZISMU Talk sekaligus mempertegas pentingnya membangun gerakan yang terintegrasi. Dengan jaringan Muhammadiyah yang luas hingga ke daerah, potensi zakat dan gerakan sosial dapat dihimpun menjadi kekuatan besar apabila dikelola secara profesional, akuntabel, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan berbagai inovasi program yang langsung menyentuh kebutuhan umat, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan taraf kehidupan.
Forum seperti LAZISMU Talk juga memiliki posisi strategis sebagai tempat bertukar pengalaman, mengevaluasi program, serta melahirkan gagasan baru agar pengelolaan filantropi Islam terus berkembang mengikuti tantangan zaman.
Di tengah persoalan kemiskinan, ketimpangan ekonomi, pendidikan, dan berbagai persoalan sosial lainnya, keberadaan lembaga zakat dituntut semakin adaptif dan hadir dengan solusi konkret.
Dengan memperkuat integrasi dan kolaborasi, LAZISMU diharapkan terus menjadi salah satu kekuatan gerakan sosial Muhammadiyah yang menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
BNEWS — Akurat • Terpercaya • Untuk Semua

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.