HARI IBU DAN MAKNANYA DALAM MASYARAKAT MINANG

Oleh : Dr.H.Budiman Dt.Malano Garang, SAg. MM

A.PENDAHULUAN

Peringatan Hari Ibu, merupakan momen penting untuk mengingatkan kepada setiap diri, bagaimana mulia dan besarnya peran ibu dalam kehidupan ini.
Tanpa ibu kita tak akan terlahir ke dunia, tanpa susu ibu sulit kita tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa ibu sulit kita memperoleh pelajaran dalam kehidupan, hampir semua kehidupan kita mulai dari dalam kandungan sampai dewasa tek bisa terlepas dari peran ibu.

Di Minangkabau peran ibu juga memiliki posisi istimewa, garis keturunan berdasarkan garis ibu, dalam kehidupan bersuku, berkaum dan bernagari ibu berperan sebagai Bundo Kanduang, yang mendidik dan memimpin kaumnya dengan nilai nilai keibuan, berdasarkan nilai nilai Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah, Syarak.Mamgato Adat Mamakai.

Makna hari ibu bagi masyarakat Minangkabau adalah Implementasi Nilai nilai syariat Islam dalam kehidupan masyarakat, menposisikan ibu dalam kehidupan sehari hari di Minangkabau.

B. HARI IBU DALAM PANDANGAN SYARAK

Makna Hari Ibu bagi seorang Muslim jauh lebih dalam dan luas daripada sekadar perayaan tahunan. Dalam Islam, ibu dimuliakan setiap waktu, bukan hanya satu hari.
Berikut maknanya secara ringkas namun mendalam:

  1. Ibu adalah jalan ridha Allah

Syarak mangato : Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
Bagi seorang Muslim, Hari Ibu menjadi momen muhasabah:
apakah kita sudah berbakti, menyenangkan hati ibu, dan mendoakannya?

  1. Ibu memiliki kedudukan tiga kali lebih utama

Syarak mangato :
Ketika Rasulullah ﷺ ditanya siapa yang paling berhak mendapat bakti, beliau menjawab:
“Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maknanya:
pengorbanan ibu sejak mengandung, melahirkan, menyusui, hingga mendidik tidak bisa dibalas dengan apa pun.

  1. Bakti kepada ibu adalah ibadah sepanjang hayat

Dalam Islam:
Mencium tangan ibu adalah pahala
Berkata lembut adalah pahala
Merawat ibu di usia tua adalah jihad
Mendoakan ibu adalah amal yang tak terputus
Hari Ibu mengingatkan bahwa bakti bukan seremonial, tapi amalan hidup.

  1. Doa untuk ibu adalah warisan keimanan

Syarak mangato :
Allah mengajarkan doa:
“Ya Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka mendidikku ketika kecil.”
(QS. Al-Isra: 24)
Bagi Muslim, Hari Ibu adalah waktu terbaik memperbanyak:
doa
istighfar untuk ibu
sedekah atas nama ibu, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat

  1. Islam tidak menolak penghormatan, tapi menolak pengosongan makna

Seorang Muslim boleh:
memberi hadiah
menyampaikan terima kasih
mengungkapkan cinta
Selama tidak melanggar syariat dan tidak menjadikan Hari Ibu sebagai pengganti kewajiban bakti harian.

C. KESIMPULAN

Makna Hari Ibu bagi seorang Muslim di Minangkabau adalah:
momentum kesadaran spiritual untuk meningkatkan bakti, bukan sekadar perayaan.

Seperti adat Minangkabau yang kita pahami
Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,
menghormati ibu atau Bundo kanduang adalah nilai adat, dan memuliakan ibu atau Bundo Kanduang adalah perintah syariat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *