H. Safni Sikumbang Hadir dalam Prosesi Batagak Pangulu Nagari Harau yang Sarat Makna Adat

Budimannews, HARAU — Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, menghadiri secara langsung prosesi adat Batagak Pangulu Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kehadiran Bupati menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya Minangkabau yang hingga kini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat nagari.Prosesi Batagak Pangulu diawali dengan ritual penyucian diri para calon pangulu di aliran sungai Nagari Harau.

Ritual tersebut dimaknai sebagai simbol pembersihan lahir dan batin sebelum mengemban amanah adat. Penyucian diri ini bukan sekadar rangkaian seremonial, melainkan bagian penting dari proses spiritual, sebagai pengingat bahwa seorang pangulu harus bersih niat, jujur, dan siap mengutamakan kepentingan kaum di atas kepentingan pribadi.

Setelah prosesi di sungai, tahapan dilanjutkan dengan menobatkan diri di surau. Di tempat ibadah tersebut, para calon pangulu melaksanakan doa dan tobat sebagai bentuk peneguhan niat dan penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tahapan ini menegaskan bahwa kepemimpinan adat tidak hanya berkaitan dengan urusan sosial, tetapi juga erat dengan nilai keimanan dan akhlak.Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan arak-arakan adat menuju Balai Adat Nagari Harau.

Arak-arakan ini diikuti oleh ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga nagari sebagai simbol penyerahan kepercayaan masyarakat kepada para calon pangulu. Suasana berlangsung khidmat dan penuh makna, mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap pemimpin adat yang akan dikukuhkan.

Pengukuhan para pangulu dilaksanakan di Balai Adat dan dipimpin langsung oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Harau, Firdaus Dt. Bosa Batuah. Dalam prosesi tersebut, sembilan pangulu dikukuhkan secara adat dan diikat dengan sumpah adat untuk menjalankan tugas sesuai dengan nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Sumpah adat tersebut menjadi pengingat bahwa amanah pangulu harus dijalankan dengan keadilan, kebijaksanaan, dan penuh tanggung jawab.Dalam sambutannya, Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ninik mamak dan masyarakat Nagari Harau yang tetap konsisten menjaga adat istiadat Minangkabau.

Ia menegaskan bahwa peran pangulu sangat strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat, menyelesaikan persoalan secara adat, serta menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan nagari dan daerah.

“Pangulu bukan hanya pemimpin kaum, tetapi juga penjaga nilai, penyeimbang sosial, dan teladan bagi masyarakat. Pemerintah daerah sangat mendukung pelestarian adat sebagai bagian dari jati diri daerah,” ujar Bupati.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Aida, Wali Nagari Harau, Syukriandi, serta unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat lainnya. Ketua Pelaksana kegiatan, Zulfikar, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya prosesi Batagak Pangulu dengan lancar dan tertib.Dengan dikukuhkannya para pangulu, mereka resmi duduak samo randah, tagak samo tinggi sesuai dengan kedudukan dan tanggung jawab masing-masing dalam struktur adat Nagari Harau.

Prosesi ini diharapkan mampu memperkuat peran adat dalam kehidupan masyarakat serta menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap hidup dan lestari dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *