Budimannews, Agam — Warga Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dikejutkan oleh aliran air yang tiba-tiba membesar pada Minggu pagi (4/1/2026), meski saat kejadian tidak terjadi hujan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.37 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat setempat.
Aliran air yang melintas di kawasan permukiman warga tampak sangat deras dan membawa material lumpur serta bebatuan.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan mengingat sebelumnya wilayah tersebut telah mengalami hujan dengan intensitas tinggi selama seharian penuh, yang menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik di kawasan perbukitan sekitar Maninjau.
Meski sejak Sabtu siang hingga Minggu pagi cuaca terpantau cerah dan tidak turun hujan, debit air justru meningkat secara signifikan. Hal ini diduga kuat sebagai dampak tertundanya aliran air dari daerah hulu yang sebelumnya diguyur hujan lebat. Akumulasi air dan material longsoran kemudian mengalir deras ke kawasan hilir pada pagi hari.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung meningkatkan kewaspadaan. Sebagian memilih menjauh dari aliran air, sementara lainnya memantau kondisi rumah dan fasilitas umum di sekitar bantaran aliran. Beberapa alat berat terlihat berada di lokasi, diduga untuk keperluan penanganan material longsor dan pengamanan jalur air agar tidak meluas ke area permukiman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah di wilayah Maninjau masih labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Tokoh masyarakat setempat mengimbau warga agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan aliran air, terutama anak-anak, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi peningkatan debit air secara mendadak. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu mengikuti informasi dari pemerintah daerah dan lembaga terkait kebencanaan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan longsor seperti Kabupaten Agam.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan intensif serta mengambil langkah-langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak yang lebih besar, demi menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat.

