MDMC Sumbar Salurkan Bantuan untuk Mahasiswi Korban Kebakaran di Kapur IX, Rumah Ludes Tinggal Pakaian di Badan

Lima Puluh Kota – Musibah kebakaran yang melanda sebuah rumah di Jorong Sialang Atas Baru, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Zahwa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar). Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026 tersebut, satu unit rumah beserta seluruh isinya hangus dilalap api.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu. Namun, kerugian yang dialami keluarga sangat besar karena seluruh harta benda tidak dapat diselamatkan. Bahkan, keluarga hanya memiliki pakaian yang melekat di badan saat kebakaran terjadi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban. Bantuan diserahkan langsung pada Jumat (12/6/2026) kepada Zahwa dan keluarganya.

Berbagai kebutuhan mendesak yang disalurkan meliputi kasur, selimut, pakaian baru, pakaian dalam baru, perlengkapan ibadah, beras, mi instan, air mineral, perlengkapan dapur, higiene kit, tikar, hingga perlengkapan sekolah.

Koordinator tim MDMC Sumbar menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga korban dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali setelah kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat kebakaran,” ujarnya.

Zahwa yang tinggal bersama kedua orang tua dan seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku kelas XI SMA, mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang datang dari berbagai pihak.

Keluarga korban juga berharap dukungan, doa, serta uluran tangan dari masyarakat agar mereka dapat segera membangun kembali kehidupan yang sempat porak-poranda akibat musibah tersebut.

Aksi kemanusiaan MDMC Sumbar ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Di saat musibah datang tanpa diduga, kehadiran para relawan dan dermawan menjadi secercah harapan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari keterpurukan.

“Musibah boleh menghanguskan rumah dan harta benda, tetapi tidak akan mampu memadamkan kepedulian dan rasa kemanusiaan.”

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *