Cuaca Sumatera

Diperbarui 10.58 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
26°
🌦 Hujan lokal
Padang
27°
🌤 Berawan sebagian
Pekanbaru
28°
🌦 Gerimis ringan
Palembang
32°
🌤 Cerah berawan
Banda Aceh
30°
⛅ Berawan
Batam
29°
🌤 Berawan sebagian
Bandar Lampung
27°
☀️ Cerah
Budiman NewsOpiniBerita
Opini

ABS-SBK dan Upaya Mengatasi Penyakit Masyarakat serta Penyalahgunaan Narkoba

OPINI BNEWS

Oleh: Dr. H. Budiman, S.Ag., M.M.

Pendahuluan

Allah Swt. berfirman:

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan kamu beriman kepada Allah.”
(QS. Ali Imran: 110)

Rasulullah Saw. juga bersabda:

“Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Sumatera Barat memiliki kekayaan nilai adat dan agama yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Falsafah tersebut bukan sekadar identitas budaya Minangkabau, tetapi juga merupakan landasan moral dalam membentuk masyarakat yang beriman, beradat, bermartabat, aman, dan sejahtera.

Namun, di tengah perkembangan zaman dan berbagai perubahan sosial, masyarakat menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Salah satunya adalah munculnya berbagai penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Karena itu, penguatan nilai ABS-SBK menjadi semakin penting sebagai bagian dari upaya membangun benteng moral dan sosial masyarakat.

Penyakit Masyarakat: Tantangan Bersama

Berbagai persoalan sosial masih menjadi perhatian, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, minuman keras, pergaulan bebas, kekerasan, kenakalan remaja, serta berbagai perilaku menyimpang lainnya.

Masalah tersebut tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum dan penindakan. Penegakan hukum tetap penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan pendekatan agama, adat, keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial.

Narkoba, misalnya, bukan hanya persoalan pelanggaran hukum. Penyalahgunaan narkoba juga berkaitan erat dengan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, lingkungan pergaulan, kesehatan mental dan sosial, serta lemahnya pengawasan terhadap generasi muda.

Oleh sebab itu, diperlukan gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

ABS-SBK sebagai Benteng Moral

Nilai-nilai ABS-SBK memiliki peran strategis dalam membangun benteng moral masyarakat.

Prinsip “Syarak Mangato, Adat Mamakai” mengandung makna bahwa ajaran agama menjadi sumber nilai, sementara adat menjadi pedoman dalam penerapannya di tengah kehidupan bermasyarakat.

Nilai tersebut harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang mengancam generasi muda.

Penguatan ABS-SBK dalam mencegah penyakit masyarakat dan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan melalui beberapa langkah.

Pertama, memperkuat iman dan ketakwaan. Pendidikan agama perlu diperkuat melalui keluarga, masjid, surau, sekolah, serta berbagai kegiatan pembinaan generasi muda. Ketahanan spiritual akan membantu anak dan remaja memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan buruk, serta mana yang halal dan haram.

Kedua, memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga merupakan benteng pertama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif lingkungan. Komunikasi antara orang tua dan anak harus dibangun secara terbuka, penuh perhatian, serta dilandasi nilai agama dan kasih sayang.

Ketiga, mengembalikan peran orang tua, mamak, dan keluarga besar. Dalam tradisi Minangkabau, pembinaan anak kemenakan bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga melibatkan keluarga besar dan lingkungan adat.

Keempat, merevitalisasi peran ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan Bundo Kanduang. Unsur-unsur strategis masyarakat tersebut memiliki posisi penting dalam pembinaan generasi, penguatan nilai sosial, serta pengawasan terhadap lingkungan.

Kelima, menghidupkan kembali fungsi surau. Surau hendaknya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan agama, pembentukan karakter, pembinaan kepemudaan, dan penguatan identitas budaya Minangkabau.

Keenam, membangun lingkungan sosial yang sehat. Masyarakat perlu mengembangkan budaya saling menasihati, saling menjaga, dan saling bertanggung jawab terhadap anak kemenakan serta lingkungan sekitar.

Ketujuh, memperkuat kolaborasi adat, agama, dan pemerintah. Pencegahan narkoba dan penyakit masyarakat harus dilakukan secara terpadu melalui edukasi, pencegahan, penegakan hukum, rehabilitasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Gerakan Bersama Menyelamatkan Generasi

Perang terhadap narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, pendidik, orang tua, organisasi kepemudaan, dunia usaha, media massa, dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama.

Kita perlu membangun kesadaran bahwa menyelamatkan satu generasi berarti menyelamatkan masa depan daerah dan bangsa.

Dalam konteks Sumatera Barat, nilai ABS-SBK dapat menjadi kekuatan sosial yang menyatukan berbagai unsur tersebut. Nilai agama memberikan landasan moral, sementara adat memperkuat penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, ABS-SBK tidak berhenti sebagai slogan atau simbol identitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam membentuk perilaku masyarakat.

Penutup

Penyalahgunaan narkoba dan berbagai penyakit masyarakat bukan semata-mata persoalan hukum. Di dalamnya terdapat persoalan moral, keluarga, pendidikan, lingkungan, dan ketahanan sosial.

Karena itu, pencegahannya membutuhkan gerakan bersama.

Penguatan ABS-SBK harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Masjid dan surau diperkuat, keluarga diperkuat, adat dihidupkan, generasi muda dibina, lingkungan sosial diperbaiki, serta penegakan hukum tetap ditegakkan secara tegas dan berkeadilan.

Jika nilai agama dan adat benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat, maka ABS-SBK dapat menjadi benteng moral dan sosial dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba serta berbagai penyakit masyarakat.

Pada akhirnya, tujuan kita bukan sekadar memberantas narkoba, tetapi membangun generasi Sumatera Barat yang beriman, beradat, berkarakter, sehat, aman, bermartabat, dan sejahtera.

Allahu a’lam bisshawab.


BNEWS | BudimanNews.com
Akurat • Terpercaya • Untuk Semua

Berita Selanjutnya Alek Baralek Di Nagari: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *