Budimannews – Agam, Sumatera Barat – Aksi cepat tanggap kembali ditunjukkan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Seorang warga korban galodo (banjir bandang bercampur material lumpur, batu, dan kayu) di Malalak Timur, Kabupaten Agam, berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans gratis milik H. Arisal Aziz, Ketua DPW PAN Sumatera Barat sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PAN Komisi XIII.
Korban ditemukan dalam kondisi terbaring dengan luka akibat terjangan material galodo yang menghantam permukiman warga. Situasi di lapangan sangat memprihatinkan—medan licin, berlumpur, dan dipenuhi reruntuhan kayu serta batu besar—sehingga tim evakuasi harus bekerja ekstra hati-hati untuk menghindari risiko tambahan.
Petugas dan relawan yang berada di lokasi segera melakukan koordinasi cepat untuk membawa korban ke titik aman. Begitu evakuasi berhasil dilakukan, ambulans gratis milik H. Arisal Aziz langsung dikerahkan untuk membawa korban menuju fasilitas medis terdekat agar mendapat penanganan intensif.Layanan ambulans gratis ini merupakan bagian dari program kemanusiaan yang dijalankan oleh H. Arisal Aziz selama bertahun-tahun.
Program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan maupun evakuasi darurat tanpa dipungut biaya.Bantuan evakuasi ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Ketua Umum PAN, H. Zulkifli Hasan, yang menegaskan agar seluruh kader PAN hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam.
“Ini adalah wujud kepedulian kami sesuai arahan Ketua Umum PAN, agar setiap kader di daerah bergerak cepat membantu rakyat dalam situasi darurat,” ujar perwakilan PAN yang hadir dalam proses evakuasi.
Galodo yang melanda Malalak Timur terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah perbukitan selama beberapa jam. Luapan air sungai membawa material kayu, lumpur, dan batu dalam jumlah besar, menyapu sejumlah titik dan menimbulkan kepanikan warga. Beberapa rumah serta akses jalan terdampak material banjir, sementara sejumlah warga mengalami luka ringan hingga sedang.Hingga kini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya galodo susulan.
Cuaca yang belum stabil membuat warga yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.Respon cepat dari berbagai pihak, termasuk kehadiran ambulans gratis PAN, diharapkan mampu meringankan beban warga yang terdampak serta memberikan harapan di tengah situasi sulit. Bantuan ini juga menjadi bukti solidaritas dan komitmen PAN dalam mendampingi masyarakat ketika bencana melanda.

