
Jakarta – Menjelang Pemilu 2029, bangsa Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pelopor demokrasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan berkemajuan. Dalam semangat tersebut, Dewan Perwakilan Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk memperkuat pendidikan politik, literasi demokrasi, serta partisipasi pemilih muda di seluruh penjuru negeri.
“Kami sebagai mahasiswa harus ikut andil dalam prosesi teknis hingga pemilahan berlangsung,serta mengawal calon di tetapkan terpilih,kami adalah kaum terpelajar dan intelektual untuk memberikan pemahaman sosialisasi kepada masyarakat secara langsung,” ujar Dzul Fikrian Syah, Ketua Koordinator Nasional Dewan Perwakilan Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyah se-Indonesia.
Kolaborasi ini dilandasi oleh kesadaran bahwa mahasiswa yang merupakan kekuatan strategis dalam membangun kualitas demokrasi Indonesia. Sebagai bagian dari gerakan intelektual dan agen perubahan, mahasiswa PTMA memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal proses demokrasi yang berintegritas, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta mendorong lahirnya kepemimpinan nasional yang berpihak pada kemajuan bangsa.
“KPU RI mempunyai kuantitas yang tidak seimbang dengan pemilih tetap warga negara Indonesia, kami butuh banyak pihak untuk menjadi uluran tangan kami sampe ke akar rumput, melakukan kolaborasi dan bermitra kepada mahasiswa adalah keputusan yang sangat ideal dan terbaik”, sebut Iffah Rosita,SE.,M.M., Anggota KPU RI.
Melalui sinergi ini, DPM PTMA se-Indonesia bersama KPU RI akan menghadirkan berbagai program edukasi kepemiluan, diskusi kebangsaan, sekolah demokrasi, pelatihan relawan pemilih muda, hingga kampanye partisipasi politik yang inklusif dan berbasis digital. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen KPU dalam memperkuat pendidikan pemilih berkelanjutan dan meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam setiap agenda demokrasi.
Dengan jaringan kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang tersebar di seluruh Indonesia, kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau jutaan mahasiswa sebagai pemilih muda yang akan menjadi kelompok strategis pada Pemilu 2029. KPU sendiri telah menempatkan pemilih muda sebagai salah satu fokus utama pendidikan pemilih melalui berbagai program seperti KPU Goes to Campus untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam demokrasi.
Lebih dari sekadar meningkatkan angka partisipasi, kolaborasi ini bertujuan membangun budaya demokrasi yang substantif, yaitu demokrasi yang melahirkan pemilih berpengetahuan, beretika, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Mahasiswa tidak hanya diajak untuk menggunakan hak pilihnya, tetapi juga menjadi penggerak literasi politik, penjaga persatuan, penolak politik uang, penyebar informasi yang benar, serta pengawal proses demokrasi yang jujur dan adil.
Menuju Pemilu 2029, DPM PTMA se-Indonesia dan KPU RI berkomitmen menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif antara kampus dan penyelenggara pemilu. Bersama, kita membangun generasi pemilih yang berkemajuan, memperkuat demokrasi yang berintegritas, dan mewujudkan Indonesia yang lebih adil, berdaulat, dan berkemakmuran.
Mahasiswa Bergerak, Demokrasi Menguat. Bersama KPU RI, Menyongsong Pemilu 2029 yang Berkualitas, Berintegritas, dan Berkemajuan.

