PADANG, Budimannews – Truk pengangkut bantuan logistik kemanusiaan milik Muhammadiyah mengalami kecelakaan beruntun di jalur ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden tersebut diduga kuat akibat kegagalan fungsi pengereman (rem blong) saat kendaraan melintasi turunan tajam.
Truk bantuan tersebut dikemudikan oleh Kusnadi (46), warga Kendal, Jawa Tengah, yang tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera Barat. Akibat kecelakaan itu, Kusnadi mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.Berdasarkan keterangan korban, perjalanan dilakukan seorang diri dari Jakarta sejak Minggu (14/12/2025).
Sebelum berangkat, Kusnadi mengaku telah memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.“Sebelum berangkat, semua sudah dicek. Rem dan mesin normal,” ujar Kusnadi.Namun, saat memasuki kawasan Sitinjau Lauik yang dikenal memiliki kontur jalan curam dan berkelok, sistem pengereman mendadak tidak berfungsi. Truk melaju tak terkendali di jalur turunan.
Dalam kondisi darurat tersebut, Kusnadi harus mengambil keputusan cepat antara membanting setir ke arah jurang atau menabrak kendaraan di depannya. Untuk menghindari risiko yang lebih fatal, ia memilih menabrak kendaraan di depan.Truk bantuan Muhammadiyah tersebut akhirnya menghantam satu unit mobil minibus dan satu unit truk lain.
Benturan keras menyebabkan bagian depan truk ringsek parah. Kusnadi mengalami luka akibat serpihan kaca serta cedera serius pada bagian kaki.Korban segera dievakuasi oleh warga dan petugas ke Semen Padang Hospital (SPH) untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi medis, Kusnadi dijadwalkan menjalani operasi pada bagian kakinya pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat, serta mendata kendaraan dan pengendara lain yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.Sesuai arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, seluruh kegiatan kebencanaan Muhammadiyah dikoordinasikan melalui Pos Komando Wilayah (Poskor Wilayah) yang dikomandoi oleh Hendri Novigator sebagai pusat kendali operasional bantuan.
Operasional lapangan dilaksanakan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di bawah kepemimpinan Portito, sementara penghimpunan dan pengelolaan donasi dilakukan secara terpusat melalui Lazismu di bawah pimpinan Zainal Aqil. PWM Sumbar menegaskan bahwa seluruh donasi dan bantuan dalam bentuk uang disalurkan satu pintu melalui Lazismu guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.

