Padang, budimannews.com — Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPTI) menggelar gladi resik di Auditorium Gubernur Sumatera Barat sebagai bagian dari persiapan kegiatan besar organisasi tersebut di Ranah Minang, Senin (17/2/2026).
Ketua panitia, Jamalus, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KPTI Sumbar untuk kembali mengangkat marwah silat tradisi yang dinilai mulai tergerus di daerah tersebut.
“Persiapan ini merupakan alek (perhelatan) sekaligus momentum bagi KPTI Sumbar untuk membalik batang terendam. Silat tradisi saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja, khususnya di Sumatera Barat. Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah kebangkitan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPTI Sumbar Arry Yuswandi, S.KM., M.KM., yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, di tempat terpisah menegaskan bahwa gladi resik tersebut menunjukkan keseriusan pengurus dalam menghidupkan kembali silat tradisi di tanah Minangkabau.
Menurutnya, silat tradisi memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga sarana pendidikan mental dan moral yang sejalan dengan falsafah adat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Silat tradisi sangat bermanfaat bagi kaum muda. Ini bukan sekadar bela diri, tetapi membentuk karakter kuat dan berlandaskan nilai adat serta agama,” kata Arry.
Ia berharap kehadiran KPTI di Sumatera Barat mampu menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas generasi muda melalui nilai-nilai luhur silat tradisi. (Admin)

