Ultimatum dari Jalan Khatib Sulaiman: Aliansi Pemuda Minangkabau Siap Tingkatkan Tekanan ke Telkomsel

Padang, budimannews.com— Aksi yang digelar pada Jumat (24/4) sore di kawasan Jalan Khatib Sulaiman berujung pada satu pesan tegas: publik tidak akan menunggu lebih lama.

Aliansi Pemuda Minangkabau mendatangi GraPARI Padang dengan membawa tuntutan yang jelas dan terukur. Namun, kehadiran massa tidak direspons oleh pihak manajemen. Gerbang lokasi tertutup rapat, sementara perwakilan yang berada di tempat menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

Situasi ini justru memperkuat persepsi publik terhadap Telkomsel. Penjelasan bahwa penutupan dilakukan atas instruksi manajemen dinilai bukan sebagai langkah pengamanan semata, melainkan indikasi sikap menghindar dari tanggung jawab.

Janji pihak perusahaan untuk kembali ke Padang tanpa kejelasan waktu juga dianggap tidak cukup meredakan ketegangan. Massa menilai, ketidakpastian tersebut hanya memperpanjang persoalan tanpa solusi konkret.

Koordinator aksi, M. Baskara, menegaskan bahwa aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari rangkaian tekanan yang lebih besar. Ia menyebutkan bahwa jumlah massa akan ditingkatkan, titik aksi akan diperluas, dan eskalasi gerakan tidak menutup kemungkinan dilakukan hingga pihak manajemen turun langsung menemui publik.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan layanan. Ini soal keberanian untuk bertanggung jawab di hadapan masyarakat,” tegasnya.

Dengan situasi yang kian memanas, perhatian publik kini tertuju pada langkah lanjutan Telkomsel dalam merespons tuntutan tersebut. Apakah perusahaan akan membuka ruang dialog, atau justru membiarkan tekanan publik terus meningkat, menjadi penentu arah konflik ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *