Oleh: Hendri Gunawan
CEO Media Grup
budimannews.com
Pergantian tahun baru Islam 1 Muharram bukan sekadar penanda perubahan kalender Hijriah. Di balik peristiwa bersejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, terkandung pesan besar tentang transformasi, persatuan, dan membangun peradaban yang lebih baik. Semangat hijrah sejatinya juga relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam praktik berpolitik.
Politik yang sehat bukanlah arena saling menjatuhkan, menyebar kebencian, atau mempertajam perpecahan. Politik seharusnya menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta memperkuat persatuan nasional. Karena itu, momentum 1 Muharram menjadi pengingat penting bahwa sudah saatnya berhijrah dari politik yang penuh intrik menuju politik yang beretika dan bermartabat.
Peristiwa hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar membutuhkan keberanian, kejujuran, dan pengorbanan. Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat Madinah dengan semangat persaudaraan, toleransi, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut semestinya menjadi fondasi bagi para pemimpin dan seluruh elemen bangsa dalam menjalankan kehidupan demokrasi.
Di tengah dinamika politik yang semakin kompleks, masyarakat mendambakan hadirnya para pemimpin yang mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Persaingan politik boleh terjadi, tetapi persaudaraan dan persatuan tidak boleh dikorbankan. Perbedaan pilihan adalah keniscayaan dalam demokrasi, namun menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.
Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya menjadi refleksi kolektif untuk melakukan hijrah menuju budaya politik yang lebih santun, jujur, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Sebab, hakikat kekuasaan bukanlah untuk diperebutkan demi kepentingan sesaat, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah menuju keadaan yang lebih baik. Begitu pula dalam kehidupan politik, sudah saatnya kita berhijrah dari politik yang memecah belah menuju politik yang mempersatukan, dari politik yang penuh kepentingan sempit menuju politik yang menghadirkan harapan dan kemajuan bagi Indonesia.
Semoga semangat 1 Muharram menjadi energi bersama untuk membangun kehidupan politik yang lebih beradab, lebih bijaksana, dan semakin berpihak kepada kepentingan rakyat serta masa depan bangsa.

