Cuaca Sumatera

Diperbarui 11.07 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
28°
🌦 Gerimis ringan
Padang
26°
⛅ Berawan
Pekanbaru
31°
🌤 Cerah berawan
Palembang
32°
🌤 Cerah berawan
Banda Aceh
27°
🌦 Gerimis ringan
Batam
28°
🌤 Berawan sebagian
Bandar Lampung
27°
🌤 Berawan sebagian
Budiman NewsSosialBerita
Sosial

Alle De Varco Soroti Kekuatan Mistis Urang Bunian: Pinto Janir Dinilai Mampu “Membawa Dunia Gaib ke Layar”

PADANG, BNEWS — Film horor Urang Bunian yang mengangkat mitologi dan kisah dunia gaib dari Ranah Minang mulai mencuri perhatian. Tak hanya menawarkan atmosfer misteri dari hutan Sumatera Barat, film ini juga menghadirkan karakter, budaya, dan imajinasi lokal Minangkabau sebagai bagian penting dari cerita.

Salah satu apresiasi datang dari Alle De Varco, aktor, sineas, sekaligus tokoh komunitas perfilman. Ia menilai Urang Bunian memiliki daya tarik tersendiri karena tidak sekadar menjadikan Sumatera Barat sebagai lokasi syuting, tetapi turut membawa karakter dan atmosfer budaya Ranah Minang ke layar lebar.

“Karya yang diproduksi di Ranah Minang ini memunculkan karakter-karakter luar biasa berdarah Minang, baik Dimas Aditya maupun para karakter pendatang baru. Mereka membawa warna tersendiri dalam film ini,” ujar Alle.

Film yang diproduksi DHF Entertainment di bawah arahan sutradara Rendy H tersebut mempertemukan sejumlah pemain dengan latar belakang berbeda. Bagi Alle, perpaduan pengalaman aktor, pendatang baru, lokasi, budaya, serta atmosfer alam menjadi elemen yang memperkuat cerita.

Pinto Janir dan Karakter Parewa

Perhatian khusus Alle tertuju pada Pinto Janir, penyair, budayawan, sekaligus aktor teater yang memerankan karakter Parewa.

Alle menilai Pinto mampu menghadirkan karakter tersebut dengan totalitas yang kuat.

“Parewa yang diperankan Pinto Janir adalah Sang Raja Puisi, bangsawan pikiran, juragan kata dan budayawan rasa,” ungkapnya.

Menurut Alle, kekuatan karakter Parewa tidak hanya terletak pada dialog maupun teknik akting. Ia merasakan adanya chemistry yang kuat antara Pinto dengan atmosfer dunia Urang Bunian yang dibangun dalam film.

“Saya melihat adanya koneksi energi dalam diri Pinto dengan dunia Urang Bunian. Jadi wajar jika jiwa dan chemistry seorang aktor teater seperti Pinto Janir bisa dirasakan sangat kuat oleh lawan main maupun kru,” katanya.

Ia bahkan mengajak penonton memperhatikan ekspresi Pinto ketika memerankan Sang Parewa.

“Perhatikan mata Sang Parewa Pinto Janir, rasakan kekuatan aura mistiknya dan terima sinyal komunikasi dan keberadaan dunia Urang Bunian,” ujar Alle.

Apresiasi untuk Sutradara Rendy H

Selain Pinto Janir, Alle juga menyampaikan apresiasi kepada sutradara Rendy H.

Keduanya diketahui pernah terlibat bersama dalam dua judul film FTV. Pengalaman tersebut membuat Alle cukup mengenal kapasitas Rendy di dunia akting maupun produksi film.

“Saya juga sangat kagum dengan kelihaian tangan sahabat saya, Rendy, sang sutradara. Kami pernah bermain dalam dua judul film FTV. Saya mengakui kemampuan akting dan kapasitas Rendy yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Menurut Alle, pertemuan kembali sejumlah pekerja film yang pernah bersamanya dalam produksi layar lebar maupun FTV menjadi sesuatu yang menarik.

“Saya tak menyangka, rekan-rekan yang sangat profesional dan pernah bermain film layar lebar dan FTV dengan saya bersatu dan berperan menghadirkan Urang Bunian dari Ranah Minang, Sumatera Barat, ke hadapan publik.”

Pendatang Baru Perkuat Warna Lokal

Kehadiran pemain pendatang baru juga mendapat perhatian. Alle menilai mereka memberikan warna sekaligus membantu memperkuat nuansa lokal yang hendak dibangun dalam film.

Namun, karakter Parewa yang diperankan Pinto Janir tetap menjadi salah satu elemen yang paling menarik perhatiannya.

“Kemampuan para pendatang baru, terutama si Parewa Urang Bunian, Pinto Janir, sangat berhasil membawa perasaan dan imajinasi ke dunia gaib, seolah itu adalah kenyataan,” katanya.

Dalam pandangan Alle, kekuatan tersebut membuat dunia Urang Bunian terasa lebih hidup sebagai bagian dari cerita.

“Urang Bunian menjadi roh sesungguhnya film horor Indonesia,” ujarnya.

Membawa Folklore Minangkabau ke Perfilman Nasional

Urang Bunian mengangkat salah satu folklore yang berkembang dalam khazanah budaya masyarakat Sumatera Barat. Cerita tentang dunia Bunian kemudian dikemas dalam medium sinema dengan pendekatan horor dan misteri.

Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat Urang Bunian sebagai film bergenre horor dengan tema keterjebakan di dunia Urang Bunian, dengan produksi RH Entertainment dan DHF Entertainment.

Bagi Alle, kekuatan film horor tidak semata-mata bergantung pada efek visual. Lokasi, atmosfer, karakter, budaya, serta kemampuan pemain membangun emosi juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan ketegangan dan imajinasi kepada penonton.

Ia melihat kekayaan folklore Nusantara, termasuk cerita masyarakat Minangkabau, memiliki ruang besar untuk dikembangkan menjadi karya sinema.

“Urang Bunian bukan sekadar cerita tentang makhluk gaib. Ia adalah bagian dari imajinasi, budaya dan kekayaan cerita Nusantara. Ketika para aktor mampu menghadirkannya dengan totalitas, dunia itu seolah benar-benar hidup di hadapan penonton,” pungkas Alle De Varco.

Dimas Aditya dan Pengalaman Syuting di Hutan Sumatera Barat

Sementara itu, pengalaman Dimas Aditya selama menjalani proses produksi turut menjadi bagian dari cerita di balik layar Urang Bunian.

Proses pengambilan gambar di kawasan hutan Sumatera Barat memberikan pengalaman tersendiri bagi para pemain dan kru. Suasana alam, lokasi pengambilan gambar, serta kebutuhan membangun atmosfer horor menjadi tantangan tersendiri dalam proses produksi.

Bagi Alle, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa film horor membutuhkan perpaduan berbagai unsur untuk menciptakan dunia cerita yang meyakinkan.

Pada akhirnya, Urang Bunian membawa satu pesan penting tentang bagaimana kekayaan budaya lokal dapat diangkat menjadi cerita yang menjangkau penonton lebih luas.

Ketika folklore Ranah Minang bertemu sinema horor, dunia Urang Bunian tidak lagi hanya menjadi cerita yang dituturkan—tetapi hadir dalam imajinasi penonton melalui layar lebar.


BNEWS | BUDIMANNEWS.COM
Akurat • Terpercaya • Untuk Semua
Suara Minang untuk Indonesia

Sumber: VIVA, Detikcom, Liputan6, Lembaga Sensor Film (LSF), dan pernyataan Alle De Varco.

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *