Oleh: Ir. Bagindo Yohanes Wempi, S.Pt., IPP, CST
(PII Pusat Bidang Pertanian)
Membangun Sentra Kopi Berbasis Kelompok Tani
Pengembangan kawasan sentra kopi Padang Pariaman di Padang Bukik, Nagari Lubuk Pandan, harus dimulai dari penguatan kelompok tani. Tanpa organisasi petani yang solid, terarah, dan memiliki tata kelola yang baik, cita-cita menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra kopi unggulan akan sulit berkembang secara optimal.
Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Irawati Febriani, S.P., M.Si., didampingi Ir. Edi M. Harum, saat menghadiri rapat pembenahan kelompok tani.
Pernyataan tersebut sesungguhnya menegaskan satu hal penting: keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, ketersediaan bibit, maupun teknologi. Lebih dari itu, keberhasilan sangat bergantung pada kekuatan petani sebagai pelaku utama pembangunan.
Kelompok tani bukan sekadar wadah administratif. Ia merupakan fondasi untuk membangun kerja sama, meningkatkan kapasitas petani, mengelola bantuan, mengembangkan usaha, serta menciptakan sistem produksi dan pemasaran yang berkelanjutan.
Kopi dan Arah Kebijakan Pertanian Nasional
Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang pertanian, pengembangan komoditas strategis perlu mendapat perhatian serius. Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi, baik untuk meningkatkan pendapatan petani maupun mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam konteks kebijakan pertanian nasional, Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Permentan Nomor 15 Tahun 2025 perlu menjadi rujukan yang dipahami secara tepat oleh seluruh pemangku kepentingan. Berbagai program bantuan pertanian, termasuk dukungan sarana produksi dan subsidi, memiliki ketentuan, sasaran, serta mekanisme penyaluran yang harus dipenuhi.
Oleh sebab itu, pembenahan kelompok tani menjadi langkah strategis. Kelompok tani yang tertib administrasi, memiliki kepengurusan yang jelas, dan mampu menyusun rencana usaha akan lebih siap mengakses program pemerintah sesuai persyaratan yang berlaku.
Dalam rencana pembangunan Sentra Kopi Padang Pariaman, kelompok tani Korong Padang Bukik memiliki posisi penting sebagai penggerak utama. Penguatan kelembagaan di tingkat petani harus ditempatkan sebagai prioritas, bukan sekadar pelengkap program pembangunan.
Kepengurusan Baru, Harapan Baru
Alhamdulillah, proses pembenahan kelompok tani telah melahirkan kepengurusan baru. Nursuhud dipercaya sebagai ketua, sementara Andri dipercaya sebagai sekretaris. Kehadiran Andri, yang merepresentasikan generasi muda atau petani Gen Z, menjadi harapan tersendiri bagi regenerasi pertanian di Padang Pariaman.
Regenerasi petani sangat penting untuk memastikan sektor pertanian tidak kehilangan tenaga muda yang kreatif, adaptif, dan terbuka terhadap teknologi. Generasi muda memiliki peluang besar untuk membawa inovasi dalam pengelolaan lahan, pengolahan hasil, pemasaran digital, hingga pengembangan merek kopi lokal.
Dengan kepengurusan baru, dukungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman beserta jajaran pemerintahan hingga tingkat nagari, dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta keterlibatan berbagai pihak, saya optimistis kelompok tani ini dapat berkembang menjadi organisasi yang lebih kuat dan produktif.
Namun, optimisme tersebut harus diiringi kerja nyata. Kepengurusan baru perlu segera menyusun agenda kerja, memperjelas pembagian tugas, mendata anggota, memperkuat administrasi, dan merancang peta jalan pengembangan usaha kopi.
Modal Awal dan Potensi yang Harus Dikembangkan
Kelompok tani yang akan dilibatkan dalam pembangunan Sentra Kopi Padang Pariaman ini memiliki sejumlah aset yang dapat menjadi modal awal pengembangan usaha. Di antaranya, dana kas sekitar Rp30 juta, mesin pengolah lahan, serta berbagai aset pendukung lainnya.
Aset tersebut harus dikelola secara transparan, produktif, dan berorientasi pada kepentingan anggota. Dana kas perlu diarahkan untuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata, sedangkan mesin dan peralatan pertanian harus dikelola dengan sistem pemanfaatan yang jelas agar dapat mendukung peningkatan produktivitas petani.
Ke depan, kelompok tani juga perlu mulai memikirkan pengembangan rantai nilai kopi secara menyeluruh. Tidak cukup hanya menghasilkan biji kopi. Petani harus didorong untuk memahami proses pascapanen, pengolahan, pengemasan, penguatan mutu, hingga pemasaran.
Dengan demikian, nilai tambah tidak berhenti di tingkat pedagang atau pengolah, tetapi dapat dinikmati lebih besar oleh petani sebagai produsen utama.
Menjadikan Padang Pariaman sebagai Sentra Kopi Unggulan
Harapan besar kini tertuju kepada pengurus baru kelompok tani di Padang Bukik. Mereka diharapkan mampu menorehkan prestasi, membangun kepercayaan anggota, serta menjadikan kelompok tani sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
Sentra Kopi Padang Pariaman harus dibangun dengan semangat kebersamaan. Pemerintah menyediakan dukungan kebijakan dan fasilitasi sesuai kewenangan, kelompok tani menjadi penggerak di lapangan, sementara berbagai pihak lainnya berperan dalam pendampingan, penguatan teknologi, pembiayaan, dan akses pasar.
Kita ingin Padang Bukik, Nagari Lubuk Pandan, tidak hanya dikenal sebagai kawasan penghasil kopi, tetapi juga sebagai contoh keberhasilan pembangunan pertanian berbasis kelompok tani. Dari kawasan ini, diharapkan lahir produk kopi berkualitas yang memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pada akhirnya, keberhasilan Sentra Kopi Padang Pariaman bukan hanya tentang membangun kawasan produksi. Ini adalah tentang membangun kemandirian petani, membuka peluang ekonomi generasi muda, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui komoditas unggulan daerah.
Semoga pembenahan kelompok tani ini menjadi awal yang baik bagi lahirnya prestasi baru. Semoga Sentra Kopi Padang Pariaman dapat menjadi salah satu cikal bakal keberhasilan program pengembangan kopi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dari kelompok tani, kita bangun kemandirian. Dari kopi Padang Pariaman, kita wujudkan kesejahteraan petani dan kemajuan daerah.
BNEWS | BudimanNews.com
Akurat • Terpercaya • Untuk Semua

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.