Cuaca Sumatera

Diperbarui 09.39 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
26°
⛈ Badai petir
Padang
26°
🌦 Gerimis ringan
Pekanbaru
29°
🌦 Gerimis
Palembang
33°
🌦 Gerimis ringan
Banda Aceh
30°
⛅ Berawan
Batam
30°
🌦 Gerimis
Bandar Lampung
25°
🌧 Hujan ringan
Budiman NewsDaerahBerita
Daerah

Perkuat Desa Wisata, Sumbar Dorong SDM, Kolaborasi, dan Pariwisata Berkelanjutan

PADANG, BNEWS — Pengembangan pariwisata Sumatera Barat diarahkan tidak lagi semata bertumpu pada pembangunan destinasi dan infrastruktur fisik. Penguatan sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, kolaborasi lintas sektor, serta pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam mendorong desa dan kampung wisata agar mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Pariwisata 2026 yang digelar di Padang, Kamis (17/9/2026), mengusung tema “Strategi Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Menggerakkan Potensi Desa Wisata/Kampung Wisata di Provinsi Sumatera Barat.”

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat hadir mewakili Wakil Gubernur Sumatera Barat untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Dalam pesan Wakil Gubernur yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, desa wisata dipandang sebagai salah satu basis penting pengembangan ekonomi masyarakat.

“Mahkota pariwisata Minangkabau sejatinya berada di akar rumput, yaitu di nagari-nagari dan desa-desa kita. Desa wisata bukan sekadar destinasi alternatif, melainkan ujung tombak pembangunan ekonomi inklusif yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.”

Pandangan tersebut menempatkan masyarakat lokal bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata.

Tiga Strategi Jadi Perhatian

Dalam seminar tersebut, terdapat tiga strategi utama yang ditekankan untuk memperkuat pengelolaan desa wisata di Sumatera Barat.

Pertama, peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan. Penguatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pengelola nagari perlu dilakukan melalui manajemen modern, peningkatan kualitas pelayanan atau hospitality, kebersihan, keamanan, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas promosi destinasi.

Kedua, memperkuat sinergi pentahelix. Pengembangan desa wisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, dan media. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghadirkan inovasi sekaligus memperluas jejaring pemasaran destinasi wisata.

Ketiga, tata kelola berbasis pelestarian budaya dan sustainable tourism. Pengembangan pariwisata di Sumatera Barat diarahkan tetap berlandaskan nilai budaya lokal, termasuk filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Dari Nagari untuk Ekonomi Masyarakat

Penguatan desa wisata dinilai memiliki ruang besar untuk menggerakkan sektor ekonomi lokal. Ketika dikelola secara profesional, potensi alam, budaya, kuliner, kerajinan, seni tradisi, serta kehidupan masyarakat nagari dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang bernilai.

Model tersebut juga membuka peluang bagi tumbuhnya usaha masyarakat, mulai dari homestay, kuliner, produk UMKM, pemandu wisata, ekonomi kreatif hingga jasa transportasi dan berbagai aktivitas pendukung pariwisata.

Karena itu, pengembangan destinasi tidak cukup hanya menghadirkan objek yang menarik. Kualitas pengelolaan dan kesiapan masyarakat menjadi faktor penting agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman dan berkesan.

Seminar Nasional Pariwisata 2026 sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumatera Barat yang berbasis masyarakat, budaya dan keberlanjutan.

BNEWS — Akurat • Terpercaya • Untuk Semua

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *