
Padang, BudimanNews — Berakhirnya masa tanggap darurat bencana di Sumatera Barat pada 31 Desember 2025 menjadi titik awal fase baru pemulihan. Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat secara resmi membentuk Tim Transisi dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Rehab Rekon) sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pendampingan bagi masyarakat terdampak bencana.
Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait respon kebencanaan di wilayah Sumatera. Kehadiran Tim Transisi dan Rehab Rekon menandai peralihan dari fase tanggap darurat menuju fase pemulihan jangka menengah dan panjang yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Tim Transisi dan Rehab Rekon Muhammadiyah Sumbar akan melanjutkan peran pos pelayanan Muhammadiyah pascabencana, dengan fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat, perbaikan infrastruktur dan bangunan, serta pemulihan kesehatan fisik dan mental korban bencana.
Ketua Tim Transisi dan Rehab Rekon Muhammadiyah Sumatera Barat, Yosmeri Yusuf, menjelaskan bahwa tim ini akan memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Ke depan, tim akan fokus pada pendampingan psikososial, penyediaan air bersih di hunian sementara yang telah disiapkan pemerintah, serta berbagai kebutuhan lain yang dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat,” ungkap Yosmeri.
Selain itu, Yosmeri menambahkan bahwa pembangunan kembali sarana ibadah juga menjadi perhatian utama. Tidak hanya bangunan fisik, tetapi juga kelengkapan ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, mukena, hingga kebutuhan operasional masjid dan musala di wilayah terdampak.
Tak kalah penting, Muhammadiyah Sumbar melalui Tim Rehab Rekon juga berkomitmen untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat, terutama di daerah terdampak bencana yang memiliki aset wakaf Muhammadiyah.
“Kita akan berusaha membangkitkan kembali perekonomian masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang memiliki wakaf Muhammadiyah. Potensi tersebut akan kita berdayakan secara maksimal agar benar-benar bisa membantu pemulihan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendukung pemulihan ekonomi, bantuan yang akan disalurkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Program pemulihan direncanakan berupa penyaluran bibit, pupuk, serta kegiatan penyuluhan, sebagai upaya mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Yosmeri berharap agar seluruh korban bencana dapat segera pulih, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental dan ekonomi, bahkan mampu bangkit lebih kuat dari sebelumnya.
“Kami berharap kondisi masyarakat terdampak bisa pulih kembali, baik secara kesehatan mental, fisik, maupun perekonomian. Untuk itu, kami mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki agar dapat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana melalui Muhammadiyah, khususnya melalui Lazismu Sumatera Barat,” pungkasnya.

