Satu Tahun Kepemimpinan Mahyeldi-Vasko, KMM JAYA Kritik Kinerja Badan Penghubung Sumbar

JAKARTA – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Mahyeldi-Vasko, Keluarga Mahasiswa Minangkabau Jakarta Raya (KMM JAYA) melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Penghubung Sumatera Barat. Sorotan utama tertuju pada efektivitas program pembinaan generasi muda Minang di perantauan yang dinilai masih jauh dari harapan.​

Meskipun laporan capaian administratif Badan Penghubung diklaim menyentuh angka 80,7%, KMM JAYA menilai angka tersebut tidak selaras dengan realitas di lapangan. Implementasi program dianggap belum memberikan dampak nyata bagi mahasiswa maupun pemuda Minang yang ada di tanah rantau.​

Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

Sekretaris Jenderal KMM JAYA, Ridal Walidaen, menegaskan bahwa evaluasi kepemimpinan tidak boleh hanya terpaku pada data statistik atau unggahan di media sosial seperti akun @badanpenghubungsumbar.

​”Evaluasi satu tahun kepemimpinan tidak boleh berhenti pada angka laporan, tetapi harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan generasi muda rantau,” tegas Ridal.​

Empat Poin Kritik Utama​

Berdasarkan catatan KMM JAYA, terdapat sejumlah masalah krusial yang perlu segera dibenahi oleh pemerintah provinsi, di antaranya:​

  1. Minimnya Publikasi: Program pembinaan tidak tersosialisasi dengan baik dan tidak merata.
  2. Lemahnya Pelibatan Mahasiswa: Mahasiswa Minang di rantau kurang dilibatkan secara aktif dalam agenda pemerintah daerah.
  3. Ruang Kolaborasi Terbatas: Kurangnya sinergi antara Badan Penghubung dengan organisasi kepemudaan yang ada.
  4. Dampak Kapasitas: Belum adanya indikator jelas mengenai peningkatan kapasitas diri bagi Generasi Muda Minang di rantau.​

Desakan Audit Kinerja Substantif

​KMM JAYA mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan audit kinerja yang substantif, bukan sekadar audit administratif. Hal ini dinilai penting sebagai langkah koreksi kebijakan agar momentum satu tahun kepemimpinan ini menghasilkan perubahan yang berarti.​

KMM JAYA berharap ke depannya program Pembinaan Generasi Muda Minang Rantau benar-benar dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi pengembangan potensi anak muda di luar Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *