Dari Juara Olimpiade hingga Diplomat, Lima Perempuan Indonesia Bicara tentang Kekuatan


ParagonCorp Hadirkan Ruang Refleksi di Hari Kartini, Perkuat Women’s Space sebagai Ekosistem Kepemimpinan Perempuan

Jakarta, 21 April 2026 — Momentum Hari Kartini dimaknai secara reflektif oleh ParagonCorp melalui penyelenggaraan diskusi bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat Women’s Space sebagai ruang pemberdayaan dan kepemimpinan perempuan Indonesia.

Perjalanan, Keraguan, dan Kekuatan

Diskusi ini menghadirkan sosok inspiratif lintas bidang, mulai dari diplomat hingga atlet dan figur publik: Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta Sari Chairunnisa. Diskusi dipandu oleh Marissa Anita.

Mengangkat tema tentang “menemukan kekuatan di balik rasa belum cukup”, forum ini membedah realitas yang kerap dialami perempuan: dorongan untuk berkembang yang sering kali dibayangi keraguan diri.

Sari Chairunnisa, Deputy CEO dan Chief R&D Officer ParagonCorp, menyoroti temuan riset yang relevan. Ia menyebut, sekitar 83 persen perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, namun hanya sekitar 30 persen yang merasa cukup percaya diri untuk melangkah.

“Keraguan bukan untuk dihilangkan, tetapi dihadapi. Justru dari sanalah proses bertumbuh dimulai, sekaligus menjaga kita tetap rendah hati,” ujarnya.

Inspirasi juga diambil dari kisah B. J. Habibie dan Hasri Ainun Besari, yang menegaskan pentingnya dukungan dan relasi dalam perjalanan hidup.

Retno Marsudi menekankan bahwa pertanyaan tentang “cukup atau tidak” justru menjadi bahan bakar untuk terus melangkah.
Sementara itu, Susy Susanti menggarisbawahi pentingnya ketangguhan di tengah dominasi laki-laki di dunia olahraga, serta semangat membuka jalan bagi perempuan lain.

Nikita Willy berbagi tentang tekanan ekspektasi publik, namun memilih untuk tetap autentik dan konsisten.
Adapun Nadia Habibie menegaskan bahwa privilese sejatinya adalah tanggung jawab untuk memberi dampak yang lebih luas.

Women’s Space: Dari Ruang Aman ke Ekosistem Kepemimpinan

Dari berbagai kisah tersebut, muncul satu benang merah: tidak ada perempuan yang bertumbuh sendirian. Selalu ada ekosistem yang menopang—the circle that holds her. Namun, tidak semua perempuan memiliki akses terhadap ruang tersebut.

Menjawab kebutuhan itu, ParagonCorp menghadirkan Women’s Space sebagai ruang aman sekaligus wadah pengembangan diri, pembelajaran, dan kolaborasi.

Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan melalui berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 1.000 peserta aktif dalam komunitas.

Kini, Women’s Space memasuki fase penguatan melalui program mentorship sebagai langkah strategis mencetak pemimpin perempuan masa depan.

“Inspiration builds community, but mentorship builds leaders.”

Program ini dirancang dalam empat pilar utama kepemimpinan:

  • Leading Self
  • Leading Systems
  • Leading Enterprise
  • Leading Narratives

Sejumlah mentor perempuan dari berbagai latar belakang turut terlibat, di antaranya Analisa Widyaningrum, Shana Fatina, Nadia Habibie, serta Prita Ghozie.

Melalui inisiatif ini, ParagonCorp menargetkan lahirnya perempuan pemimpin yang tidak hanya berkembang secara personal, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan di tengah masyarakat.

Women’s Space hadir dengan visi membentuk grounded women leaders yang mampu memperluas dampak positif lintas generasi. Sebab, ketika satu perempuan bertumbuh, perubahan yang dihasilkan tidak berhenti pada dirinya, melainkan menjalar ke keluarga, komunitas, hingga masa depan bangsa.


Kalau mau, saya juga bisa bantu buatkan versi headline media online (lebih klikbait tapi tetap elegan) atau versi singkat untuk caption sosial media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *