Cuaca Sumatera

Diperbarui 00.22 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
25°
🌤 Berawan sebagian
Padang
24°
⛅ Berawan
Pekanbaru
25°
⛅ Berawan
Palembang
25°
🌦 Gerimis
Banda Aceh
27°
🌤 Cerah berawan
Batam
27°
🌤 Berawan sebagian
Bandar Lampung
26°
🌤 Cerah berawan
Budiman NewsSosialBerita
Sosial

Hari Kartini Bukan Sekadar Memperingati



Oleh: Hendri Gunawan, S.Pd.I | budimannews.com

Setiap 21 April, kita menyebut nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Namun, sering kali kita lupa: Kartini bukan sekadar nama yang dikenang, melainkan nyala yang seharusnya terus hidup dalam kesadaran bangsa.

Di balik sunyi pingitan, Kartini tidak menyerah pada gelap. Ia menulis—bukan sekadar rangkaian kata, tetapi perlawanan. Ia bermimpi—bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk masa depan perempuan yang bahkan belum ia kenal. Dari ruang yang sempit, ia menatap dunia yang luas.

Dalam kesunyian itu, lahirlah cahaya.
Dalam keterbatasan itu, tumbuh keberanian.

Melalui Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini berbicara melampaui zamannya. Ia menggugat ketidakadilan, menantang kebisuan, dan meruntuhkan tembok yang selama ini dianggap tak tergoyahkan. Ia tidak mengangkat senjata, tetapi kata-katanya lebih tajam dari pedang.

Heroisme Kartini bukan tentang kemenangan yang gemuruh, tetapi tentang keberanian untuk tetap berpikir ketika dunia ingin membungkamnya. Tentang harapan yang terus menyala, meski dikelilingi keterbatasan.

Hari ini, perempuan Indonesia telah melangkah jauh. Mereka berdiri di ruang-ruang yang dulu tertutup. Namun, bayang-bayang ketidakadilan belum sepenuhnya sirna. Masih ada suara yang dipinggirkan, masih ada mimpi yang tertunda.

Maka Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi gema—yang mengingatkan, menggugah, dan menggerakkan.

Kartini telah menyalakan cahaya itu.
Pertanyaannya kini: apakah kita masih menjaganya tetap hidup?

Hari Kartini bukan sekadar memperingati.
Ia adalah panggilan—untuk berani, untuk melawan, untuk meneruskan cahaya yang tak boleh padam.


Berita Selanjutnya Dari Juara Olimpiade hingga Diplomat, Lima Perempuan Indonesia Bicara tentang Kekuatan

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *