Mewujudkan Ukhuwah dan Dakwah Berbasis Masjid
Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. Rajo Amat
Pendahuluan
Masjid bukan hanya tempat ibadah semata. Dalam tradisi Muhammadiyah, masjid merupakan pusat peradaban, tempat bertemunya fungsi ibadah, pendidikan, sosial, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
Di Sumatera Barat, semangat tersebut diwujudkan melalui keberadaan KBHIU AT-TAQWA Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat yang bersinergi dengan penerbitan Buku Piranti Silaturahim sebagai panduan praktis untuk memperkuat jaringan umat dan gerakan dakwah berbasis masjid.
Mengenal KBHIU AT-TAQWA
KBHIU merupakan singkatan dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah. KBHIU AT-TAQWA berada di bawah naungan Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat dan hadir sebagai wadah pembinaan jamaah haji dan umrah secara komprehensif.
Adapun peran utama KBHIU AT-TAQWA meliputi:
- Bimbingan Manasik, yakni membekali jamaah dengan ilmu, tata cara, dan ruh ibadah haji serta umrah sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
- Pendampingan Jamaah, mulai dari persiapan, keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke tanah air.
- Dakwah dan Tarbiyah, menjadikan ibadah haji dan umrah sebagai titik balik spiritual untuk berdakwah dan mengabdi di tengah masyarakat.
- Layanan Syariah, dengan menjamin transparansi biaya, legalitas, serta kepatuhan terhadap ketentuan syariat.
Dengan basis masjid, KBHIU AT-TAQWA ingin menghadirkan penyelenggaraan haji dan umrah yang tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Buku Piranti Silaturahim: Penguat Ukhuwah
Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan modern, tali silaturahim sering kali melemah. Untuk menjawab tantangan tersebut, disusunlah Buku Piranti Silaturahim sebagai panduan praktis dalam membangun dan merawat ukhuwah.
Buku ini memuat beberapa pokok penting, antara lain:
- Adab Silaturahim, yang berisi dalil, hikmah, dan etika berkunjung sesuai tuntunan Islam.
- Format Gerakan Dakwah dan Dakwah Jamaah, meliputi panduan pengajian rutin, Pengkajian dan Pengajian Agama Islam dan Kemuhammadiyahan, halaqah, kunjungan warga, serta safari dakwah yang menghidupkan fungsi masjid.
- Manajemen Jaringan Jamaah, berupa tata cara membangun database jamaah, struktur organisasi dan kepengurusan Masjid Taqwa, PPUM, serta Pusat Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah sebagai sumber kader.
- Materi Dakwah Ringkas, berupa khutbah, kultum, dan bahan diskusi yang memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Tujuan utamanya sederhana, namun sangat strategis, yakni menjadikan setiap rumah, kantor, dan masjid sebagai simpul silaturahim dan pusat gerakan dakwah.
Sinergi KBHIU dan Buku Piranti Silaturahim
Kedua program ini saling melengkapi dan menguatkan.
Pertama, dari masjid ke jamaah. KBHIU mencetak jamaah yang bertakwa, sementara Buku Piranti Silaturahim menjaga agar semangat ketakwaan itu terus hidup setelah jamaah kembali ke tengah masyarakat.
Kedua, dari ritual ke sosial. Ibadah haji dan umrah tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi melahirkan kepedulian sosial yang diwujudkan melalui gerakan silaturahim.
Ketiga, dari individu ke komunitas. Jamaah yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri dipersatukan dalam jaringan ukhuwah dan kaderisasi yang terstruktur.
Inilah wajah dakwah Muhammadiyah, yakni dakwah yang berkemajuan, berjamaah, dan beramal nyata.
Harapan ke Depan
Ke depan, terdapat beberapa harapan yang perlu diwujudkan bersama:
- Masjid sebagai Pusat Gerakan, sehingga model KBHIU AT-TAQWA dan Buku Piranti Silaturahim dapat direplikasi di masjid-masjid Muhammadiyah lainnya di Sumatera Barat.
- Melahirkan Generasi Penerus, dengan melibatkan pemuda dan mubaligh muda dalam estafet dakwah.
- Memperkuat Kolaborasi, melalui sinergi dengan PDM, PCM, AUM, serta pemerintah daerah untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Penutup
KBHIU AT-TAQWA mengajak umat menunaikan ibadah dengan ilmu dan ketakwaan. Sementara itu, Buku Piranti Silaturahim mengajak umat merawat ukhuwah dengan amal dan cinta.
Sebab, sebesar apa pun program dakwah yang dibangun, ia akan melemah apabila ukhuwah retak. Sebaliknya, sekuat apa pun ukhuwah yang terjalin, ia akan kehilangan arah apabila tidak ditopang oleh ilmu dan ibadah.
Masjid Taqwa, Jamaah Kuat, Umat Berkemajuan.

