PROGRAM I’DAD AL-MUBALLIGHIN PPUM MASJID TAQWA MUHAMMADIYAH SUMBAR

Menyiapkan Da’i Tangguh, Profesional, dan Mencerahkan Ranah Minang

Oleh: Advokat Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd., S.H., M.H. (Rajo Amat Mudo)

BNEWS | BudimanNews.com

Di tengah derasnya arus informasi dan semakin kompleksnya tantangan kehidupan umat, kebutuhan akan sosok da’i yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab persoalan zaman menjadi semakin mendesak. Dakwah tidak lagi cukup hanya disampaikan dari mimbar, tetapi juga harus hadir dengan argumentasi yang kuat, pendekatan yang bijaksana, dan mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai media.

Berangkat dari semangat itulah, Pusat Perkaderan Ulama Muhammadiyah (PPUM) Masjid Taqwa Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan Program I’DAD AL-MUBALLIGHIN, sebuah gerakan kaderisasi yang bertujuan melahirkan generasi muballigh dan muballighah yang tangguh, profesional, serta mampu menjadi pencerah bagi masyarakat Minangkabau.

Kata I’dad berarti persiapan, sedangkan Al-Muballighin berarti para penyampai dakwah. Program ini menjadi wadah pembinaan yang dirancang secara sistematis untuk membekali peserta dengan kemampuan keilmuan, spiritual, dan kepemimpinan, sehingga mampu menjalankan dakwah Islam yang berkemajuan sesuai manhaj Muhammadiyah.

Program ini tidak hanya mencetak penceramah yang fasih berbicara, tetapi juga membentuk kader dakwah yang kokoh berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, memahami ideologi Muhammadiyah, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan umat di era digital.

Sebagai pusat kaderisasi ulama, PPUM Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar memikul tiga amanah besar, yakni menyiapkan kader ulama penerus persyarikatan, membina kualitas keilmuan dan ruh dakwah para peserta, serta mendistribusikan kader ke masjid, sekolah, kampus, dan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Visi besar program ini adalah melahirkan muballigh yang berkarakter Qur’ani, moderat, intelektual, serta mampu mengimplementasikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta akan mendapatkan pembinaan dalam empat pilar utama, yaitu Taqwin Imaniyah yang meliputi tahsin, tahfizh, akidah, dan ibadah; Taqwin Fikriyah berupa tafsir, hadits, fikih muamalah, serta dakwah kontemporer; Taqwin Harokiyah melalui pelatihan public speaking, dakwah digital, manajemen masjid, dan dakwah kultural; serta penguatan Wawasan Ke-Muhammadiyahan yang mencakup ideologi, khittah, dan amal usaha Muhammadiyah.

Program ini terbuka bagi pemuda, mahasiswa, guru, ustaz muda, serta seluruh warga Muhammadiyah dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang memiliki semangat berdakwah. Bahkan, para perantau Minang yang ingin kembali mengabdi di kampung halaman melalui dakwah juga diberikan ruang untuk bergabung.

Di tengah maraknya penyebaran hoaks, berkembangnya paham ekstrem, serta berbagai tantangan moral di masyarakat, kehadiran muballigh yang berilmu, beradab, dan berdampak menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Sebab, dakwah yang mencerahkan hanya akan lahir dari kader yang dibina secara serius dan berkesinambungan.

Program I’DAD AL-MUBALLIGHIN bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun peradaban. Ketika satu muballigh lahir dari proses kaderisasi yang baik, maka harapan akan hadirnya masyarakat yang tercerahkan semakin besar.

Sebagaimana sabda Rasulullah ï·º:

“Khairukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu.”
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Semoga Program I’DAD AL-MUBALLIGHIN menjadi ikhtiar besar PPUM Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat dalam melahirkan generasi da’i yang mampu menjaga nilai-nilai Islam, memperkuat persatuan umat, serta menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, dan mencerahkan.

Tangguh di Rantau, Kokoh di Kampuang, Cerah dengan Dakwah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *