PADANG – Pemerintah Kota Padang terus mematangkan berbagai persyaratan untuk bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy. Langkah strategis ini diyakini akan memperkuat pengakuan internasional terhadap kekayaan kuliner Minangkabau sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya daerah.
Saat ini, Pemerintah Kota Padang bersama unsur Akademisi, Bisnis, Community, Government, dan Media (ABCGM) tengah menyempurnakan dokumen nominasi (dossier) sebagai syarat utama pengajuan ke UNESCO. Penyusunan dilakukan secara kolaboratif agar mampu menggambarkan kekayaan gastronomi Kota Padang secara utuh dan memenuhi standar internasional.
Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang, Yuliadi Chandra, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mengawal sekaligus menyukseskan langkah besar tersebut.
“Pengajuan Kota Padang sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy bukan hanya tentang kuliner yang lezat, tetapi juga bagaimana identitas budaya, sejarah, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat Minangkabau dikenal dan dihargai di tingkat internasional. Media memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan mampu membangun optimisme masyarakat terhadap proses ini,” ujar Yuliadi Chandra di Padang, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi publik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengajuan tersebut. Dengan informasi yang transparan, masyarakat dapat memahami setiap tahapan yang sedang dilakukan pemerintah sekaligus terdorong untuk ikut berpartisipasi menjaga dan mengembangkan warisan kuliner Minangkabau.
“Keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan publik. Ketika masyarakat memahami proses yang sedang berlangsung, mereka akan merasa memiliki dan bersama-sama menjaga warisan kuliner serta budaya yang menjadi kekuatan utama Kota Padang,” katanya.
Yuliadi Chandra menilai, apabila Kota Padang berhasil memperoleh status UNESCO City of Gastronomy, dampaknya akan sangat luas bagi pembangunan daerah. Selain meningkatkan citra Kota Padang di mata dunia, status tersebut juga akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan UMKM kuliner, industri kreatif, investasi, serta sektor pariwisata.
“Jika Kota Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO, peluang promosi kuliner Minangkabau akan semakin terbuka di tingkat global. Dampaknya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pria yang juga aktif sebagai Health & Fitness Coach itu berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sinergi agar proses pengajuan berjalan sukses.
“Ini harus menjadi gerakan bersama. Kota Padang memiliki kekayaan kuliner yang telah dikenal dunia. Kini saatnya kita membuktikan bahwa kekayaan tersebut memenuhi standar kota gastronomi dunia melalui inovasi, kolaborasi, dan komitmen seluruh pihak,” tutup Yuliadi Chandra.
Keberhasilan bergabung dalam UNESCO Creative Cities Network diharapkan menjadi tonggak penting bagi Kota Padang untuk semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata kuliner kelas dunia sekaligus membawa manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
BNEWS | BudimanNews.com
Faktual • Independen • Terpercaya
