PADANG, BNEWS — SD Negeri (SDN) 48 Kuranji, Kota Padang, kembali meneguhkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui kegiatan Keminangkabauan bertema “Mengenal dan Melestarikan Makanan Tradisional Sumatera Barat”, Selasa (11/8/2026). Kegiatan edukatif ini menjadi media pembelajaran yang memperkenalkan kekayaan kuliner Minangkabau kepada peserta didik sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti dengan antusias oleh para siswa, guru, dan tenaga pendidik. Di bawah kepemimpinan Kepala SDN 48 Kuranji, Sesmiyenti, S.Pd., sekolah terus menghadirkan pembelajaran berbasis budaya sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.
Materi disampaikan oleh Kasmin, S.Pd.I., yang mengajak siswa mengenal beragam makanan tradisional khas Sumatera Barat beserta nilai sejarah, filosofi, dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Dalam pemaparannya, Kasmin menjelaskan bahwa makanan tradisional bukan sekadar sajian kuliner, tetapi merupakan identitas masyarakat Minangkabau yang harus dijaga keberadaannya di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Makanan tradisional adalah warisan leluhur yang memiliki nilai budaya, kebersamaan, dan kearifan lokal. Karena itu, generasi muda harus mengenalnya sejak dini agar budaya Minangkabau tetap lestari,” ujar Kasmin.
Berbagai kuliner khas diperkenalkan kepada peserta didik, di antaranya rendang, lamang tapai, sala lauak, galamai, lamang, katupek, serta aneka makanan tradisional Minangkabau lainnya. Para siswa juga diajak mengenal bahan baku, proses pengolahan, hingga makna budaya yang melekat pada setiap hidangan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif bertanya, berbagi pengalaman menikmati makanan khas Minangkabau bersama keluarga, serta berdiskusi mengenai pentingnya menjaga tradisi kuliner daerah.
Kepala SDN 48 Kuranji, Sesmiyenti, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Keminangkabauan merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Melalui pembelajaran seperti ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa budaya Minangkabau merupakan identitas yang harus dihargai, dijaga, dan diwariskan. Makanan tradisional menjadi salah satu pintu masuk yang dekat dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SDN 48 Kuranji berharap peserta didik semakin memahami pentingnya melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa. Pembelajaran berbasis budaya juga diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna bagi setiap siswa.
Dengan semangat “Basamo Manjago Budayo Minangkabau”, SDN 48 Kuranji berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, sehingga warisan Minangkabau tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi penerus.
(BNEWS)

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.