OPINI BNEWS

Pabrik Sabu, Rakyat Padang Punya Kreatif Tinggi

Oleh: Labai Korok

Siapa bilang rakyat Padang tidak mampu membuka lapangan usaha untuk menghasilkan uang? Kasus terbongkarnya pabrik sabu oleh Polda Sumbar setidaknya menunjukkan adanya keberanian dan kreativitas, meski kreativitas itu diarahkan ke jalan yang salah.

Tentu, temuan tersebut merupakan kasus negatif dan pelakunya terancam hukuman berat. Namun, dari sudut pandang lain, ada pelajaran yang bisa dipetik, yakni adanya kemampuan, keberanian, dan kreativitas sebagian urang awak dalam membangun sebuah usaha, sekalipun usaha itu bergerak di bidang ilegal.

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud membenarkan peredaran narkoba. Sebaliknya, penulis termasuk orang yang berpandangan tegas bahwa narkoba dan seluruh jaringannya harus diberantas hingga ke akar-akarnya di Ranah Minang.

Namun, di balik kasus ini tersimpan sebuah fakta bahwa masyarakat Minang memiliki jiwa kreatif, berani mengambil risiko, dan mampu membangun jaringan usaha. Sayangnya, kemampuan itu digunakan untuk kegiatan yang merusak.

Saat ini, urang Minang sedang naik daun. Banyak tokoh Minang berada di lingkaran elite kekuasaan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Minang dikenal kreatif, andal, dan memiliki kemampuan beradaptasi di berbagai bidang.

Karena itu, penemuan “pabrik” sabu di Bukit Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, membuat publik kehilangan kata-kata. Sebagian masyarakat terkejut, tetapi ada pula yang menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak lagi mengherankan karena peredaran narkoba kini telah merambah hingga ke pelosok kota dan desa.

Pemberantasan narkoba terus digencarkan. Namun, di sisi lain, peredarannya justru semakin meluas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, mengapa barang haram tersebut masih dapat berkembang dan merusak generasi bangsa.

Dulu, Sumatera Barat hanya dikenal sebagai daerah perlintasan narkoba dan belum dianggap sebagai pasar yang menjanjikan. Namun seiring waktu, Sumbar justru berubah menjadi salah satu sasaran utama peredaran narkotika dengan jumlah kasus yang terus meningkat.

Peredaran narkoba kini tidak lagi didominasi ganja, tetapi juga sabu-sabu dan berbagai jenis narkotika lainnya yang semakin mengkhawatirkan.

Karena itu, di samping penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku dan jaringan narkoba, pemerintah daerah juga perlu merangkul potensi kreativitas anak-anak muda dan mengarahkannya ke sektor-sektor yang produktif dan legal.

Kalau ada kemampuan membangun “pabrik sabu”, tentu kemampuan yang sama dapat diarahkan untuk membangun pabrik sabun, industri kecil, usaha pangan, pertanian modern, atau sektor ekonomi kreatif lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kreativitas tanpa arah dapat membawa petaka. Namun kreativitas yang diarahkan dengan benar akan menjadi kekuatan besar untuk membangun ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memajukan Ranah Minang.

Jangan membangun pabrik sabu, tetapi bangunlah pabrik sabun dan usaha-usaha produktif lainnya. Itulah kreativitas yang sesungguhnya dibutuhkan daerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *