Cuaca Sumatera

Diperbarui 13.33 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
26°
🌤 Berawan sebagian
Padang
25°
⛅ Berawan
Pekanbaru
25°
⛅ Berawan
Palembang
25°
🌦 Hujan lokal sedang
Banda Aceh
29°
⛅ Berawan
Batam
25°
🌦 Gerimis lebat
Bandar Lampung
27°
🌤 Cerah berawan
Budiman NewsBencanaBerita
Bencana

Banjir Bandang Terjang Kawasan Perkantoran Pemkab Solok, Puluhan Warga Mengungsi

AROSUKA, SOLOK — Banjir bandang disertai longsor menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.

Bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari. Material longsoran dari bukit di sekitar aliran Sungai Batang Laso membawa pasir, batu, lumpur, kayu, dan air dalam jumlah besar hingga menerjang kawasan perkantoran pemerintah serta permukiman warga.

Material banjir juga meluap hingga badan Jalan Raya Solok–Padang di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok, sehingga mengganggu akses dan aktivitas masyarakat.

Empat Warga Menjadi Korban

Berdasarkan laporan awal penanganan bencana, terdapat empat warga yang mengalami luka-luka.

Tiga korban mengalami luka ringan, yakni Muslihat (54), warga Kediri yang menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka; Anggiat Sirait (66), warga Koto Gaek Guguk yang menjalani observasi pascatrauma; serta Yurnalis (45), warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, yang mengalami sakit pada tangan kiri dan kaki akibat dihantam material galodo.

Sementara itu, Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK Paruh Waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok, mengalami luka berat berupa fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan. Korban kemudian dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sejumlah Kantor Pemerintahan Terdampak

Banjir bandang membawa material lumpur dan kayu yang masuk ke sejumlah gedung perkantoran pemerintahan.

Kantor Dinas PUPR dilaporkan tertimbun material sekitar 30 sentimeter, sedangkan Dinas DPMN tertimbun sekitar 20 sentimeter.

Sejumlah kantor lainnya juga terdampak, antara lain Kantor DPRD sekitar 60 sentimeter, Bapenda 40 sentimeter, Bapelitbang 40 sentimeter, Inspektorat Daerah 30 sentimeter, Dinas Pariwisata 40 sentimeter, Dinas Pertanian 40 sentimeter, Dinas Kesehatan 40 sentimeter, serta BKPSDM sekitar 20 sentimeter.

Pendataan tingkat kerusakan masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

Tujuh Kendaraan Terdampak

Material banjir bandang juga menerjang sejumlah kendaraan.

Data sementara mencatat dua kendaraan Dinas Pertanian, masing-masing Isuzu Panther dan L-300 Pickup; dua kendaraan Dinas Kesehatan, yakni Kijang Kapsul dan Toyota Minibus; serta tiga kendaraan milik masyarakat berupa Toyota Avanza putih, Toyota Avanza silver, dan Kijang Super warna orange.

Sementara jumlah sepeda motor yang terdampak masih dalam proses pendataan.

Sekitar 100 Rumah Warga Diperkirakan Terdampak

Selain kawasan perkantoran, banjir bandang juga menerjang permukiman masyarakat. Data sementara memperkirakan sekitar 100 unit rumah terdampak material banjir.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan verifikasi di lapangan masih berlangsung.

Di sektor fasilitas umum, satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka dilaporkan tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga dilaporkan tertimbun material longsor.

Puluhan Warga Mengungsi

Sekitar 50 warga sementara mengungsi ke sejumlah lokasi, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Penanganan darurat dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur Dit Samapta Polda Sumbar, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, BPBD Kabupaten dan Kota Solok, Basarnas, MDMC Sumatera Barat, serta Rumah Zakat.

Penanganan di lapangan dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K.

Untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material, sedikitnya tiga unit alat berat telah dikerahkan, terdiri dari satu excavator, satu wheel loader, dan satu bulldozer.

Tim Gabungan Masih Melakukan Penanganan

Hingga laporan ini disusun, tim gabungan masih melakukan pembersihan material lumpur, kayu dan batu, pencarian serta pendataan korban, pemeriksaan kondisi infrastruktur, dan penanganan warga terdampak.

Masyarakat di sekitar kawasan aliran sungai dan lokasi rawan longsor diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Data korban, kerusakan bangunan, rumah terdampak, lahan pertanian, maupun kendaraan masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan serta verifikasi petugas di lapangan.

MMNEWS — Cepat, Akurat, Terpercaya.

Catatan redaksi: Informasi dalam naskah ini bersumber dari laporan awal penanganan bencana dan sebaiknya diperbarui apabila BPBD, Basarnas, kepolisian, atau pemerintah daerah merilis data resmi terbaru.

Berita Selanjutnya Tim Gabungan Masih Telusuri Sungai, Seorang Anak Diduga Terseret Galodo Di Gunung Talang

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *