Penantian Panjang Berbuah Manis: Di tengah 35 Hari Pasca Galodo: Pimpinan Cabang Muhammadiyah Junjung Sirih Sambut Lahirnya Ranting Muaro Pingai sebagai Simbol “Kebangkitan Semesta”

BudimanNews, Solok (4/1/2026) – Sebuah tonggak sejarah baru telah tertancap di bumi Nagari Muaro Pingai. Setelah penantian yang cukup panjang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Junjung Sirih dengan penuh syukur dan haru mengumumkan terbentuknya Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Muaro Pingai. Kehadiran ranting ini bukan sekadar pelengkap struktur organisasi, melainkan “oase” pergerakan yang diapresiasi langsung oleh seluruh level pimpinan, mulai dari Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Cabang. Bahwa telah lengkap terbentuknya 4 ranting di Pimpinan Cabang Junjung Sirih, Solok, Sumatera Barat.

Ustadz Arlis, mewakili Pengurus Cabang Muhammadiyah Junjung Sirih, menegaskan bahwa terbentuknya Ranting Muaro Pingai adalah jawaban atas doa dan ikhtiar panjang.

“Ini adalah momen yang sangat lama kami nantikan. Lahirnya Ranting Muaro Pingai adalah bukti bahwa dakwah amar ma’ruf nahi mungkar tak pernah mati. Semangat ini menjalar cepat, bahkan Ketua Lembaga Pembinaan Cabang dan Ranting (LPCR), Bapak Syams Rizal, langsung menghubungi inisiator gerakan ini, Ibu Ilma Sovri Yanti dan Farid Ari Fandi, untuk memberikan apresiasi dan menjanjikan penerbitan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (NBM) sesegera mungkin bagi warga ranting baru ini,” ujar Ustadz Arlis.

Sinergi Tokoh dan Peran MDMC

Proses kristalisasi ranting ini tidak lepas dari peran krusial Ketua MDMC Sumatera Barat, Portito, S.Pd.I. Beliau mendorong niat baik Ilma Sovri Yanti yang teringat akan cerita Ibunya Zubedah, yang di masa lalu mendakwahkan Aisyiyah di bumi Nagari Muaro Pingai bersama Ayahnya Abdul Khatib Malin Mancayo.

Ketua MDMC Sumatera Barat tidak hanya hadir memberikan tausiyah semangat dalam pelantikan, tidak hanya hadir membawa pesan kemanusiaan melalui MDMC Sumatera Barat, namun juga menjadi “jembatan emas” yang menghubungkan niat baik para inisiator (Ilma Sovri Yanti dan Farid Ari Fandi) dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ustadz Portito. Beliau yang mewujudkan niat suci ini menjadi aksi nyata, membuka jalan komunikasi, dan membakar semangat para kader di Muaro Pingai untuk bangkit dan berhimpun dalam persyarikatan,” tambah Arlis.

Struktur Kepemimpinan Yang Solid

Sebelumnya berdasarkan hasil Musyawarah Nagari Muaro Pingai yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026, di Pos Layanan Informasi Muaro Pingai Bangkit, yang dihadiri oleh Wali Nagari, BPN, Majelis Taklim Siti Khodijah, dan warga penerima manfaat, telah disepakati berbagai agenda MDMC Sumatera Barat, mulai pemeriksaan kesehatan bersama RSU Aisyiyah Kota Padang, penyaluran bantuan untuk anak, meninjau lahan Huntap untuk warga nagari muaro pingai yang rumahnya hanyut, berbagai obat dan vitamin, serta mewujudkan pembentukan ranting.

Berikut susunan kepengurusan lengkap yang melibatkan seluruh elemen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Aisyiyah. Yang telah dibacakan Sekretaris Nasyiatul Aisyiyah Vira Angelina yang juga Sekretaris Nagari Muaro Pingai.

Berikut adalah nahkoda baru pergerakan di Muaro Pingai:

Pimpinan Ranting Muhammadiyah: Ahmad Ghafar (Ketua) & Diri Puherman (Sekretaris).

Pimpinan Ranting Aisyiyah: Ilma Sovri Yanti (Ketua) & Vira Angelina (Sekretaris).

Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah: Mike Hardiyanto (Ketua) & MJ Ibrahim Habibi (Sekretaris).

Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah: Noves Komala Sari (Ketua) & Dora Indriati (Sekretaris).

Permohonan Pengesahan SK

Menindaklanjuti musyawarah tersebut, Ustadz Arlis menyatakan bahwa PCM Junjung Sirih siap menelaah dan segera memproses penerbitan Surat Keputusan (SK) Pengesahan.

“SK ini sangat vital sebagai landasan hukum dan tertib administrasi. Namun lebih dari itu, SK ini adalah ‘mandat perjuangan’. Kami berharap Ranting Muaro Pingai menjadi role model atau teladan bagi pejuang Muhammadiyah di manapun berada. Bahwa di tengah keterbatasan, di pasca-bencana, justru di situlah cahaya Islam berkemajuan harus bersinar paling terang,” tutup Ustadz Arlis.

Setelah dibacakan nama nama pengurus oleh Sekretaris Nagari dan dibacakanya ikrar berMuhammadiyah dan Aisyiyah. Maka Terbentuknya ranting ini menjadi pesan luas untuk seluruh kader Muhammadiyah di belahan dunia manapun: bahwa di setiap jengkal tanah, di tengah kesulitan galodo, panji matahari harus tetap bersinar mencerahkan semesta.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Berkemajuan,

Portito, S.Pd.I.
Ketua MDMC Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *