BUKITTINGGI, BNEWS – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar Fort de Kock menggelar aksi unjuk rasa di Kota Bukittinggi sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan anarkis yang diduga dilakukan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi pada Senin (27/07/2026).
Mengenakan almamater berwarna oranye, massa aksi memadati kawasan pusat kota sambil membawa spanduk, bendera, dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka menuntut adanya penegakan hukum yang adil, transparan, serta meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap dugaan tindakan represif yang dinilai telah mencederai nilai-nilai demokrasi dan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Dalam orasinya, para mahasiswa menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap tegaknya supremasi hukum dan perlindungan hak-hak warga negara. Mereka mendesak agar dugaan tindakan kekerasan tersebut diusut secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif. Perwakilan mahasiswa juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak terkait dan berharap aspirasi mereka segera mendapat respons yang jelas.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut hubungan antara aparat penegak peraturan daerah dengan warga. Mahasiswa menilai setiap bentuk penegakan aturan harus mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan menghormati hak asasi manusia.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Satpol PP Kota Bukittinggi terkait tudingan yang disampaikan dalam aksi tersebut. BNEWS akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
(BNEWS – budimannews.com/nas)
