Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan, Reaktualisasi ABS-SBK Didorong Menjawab Tantangan Zaman
PADANG, BNEWS — Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) Ke-XI MUI Kota Bukittinggi Tahun 2026.
MUSDA yang mengusung tema “Menguatkan Peran Ulama, Meneguhkan Persatuan, Mewujudkan Kemaslahatan Umat Menuju Kota Bukittinggi yang Gemilang” tersebut dinilai berlangsung sukses, demokratis, dan bermartabat.
Melalui Sekretaris Umum MUI Provinsi Sumatera Barat, Advokat Buya Ki Jal Atri Tanjung Rajo Amat Mudo, MUI Sumbar menyebut pelaksanaan MUSDA MUI Kota Bukittinggi layak menjadi contoh bagi pelaksanaan MUSDA MUI di kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat.
“Ada dua alasan utama mengapa Bukittinggi dapat menjadi percontohan,” ujar Buya Ki Jal.
Pertama, Menjadi Pelopor MUSDA 2026
Menurut Buya Ki Jal, MUSDA MUI Kota Bukittinggi merupakan salah satu momentum awal pelaksanaan MUSDA MUI kabupaten/kota di Sumatera Barat pada 2026.
Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan kesiapan pengurus dalam menjalankan agenda organisasi sekaligus menjaga kesinambungan kelembagaan MUI di daerah.
Kedua, Memperkuat Sinergi Ulama dan Umara
Selain aspek organisatoris, MUI Sumbar juga menyoroti sinergi antara MUI Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mendukung berbagai program keumatan.
Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan MUI, termasuk melalui dukungan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku, dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program dakwah, pembinaan umat, penguatan kelembagaan surau, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
“Ini menjadi gambaran sinergi yang baik antara ulama dan pemerintah. Dukungan terhadap program-program keumatan diharapkan dapat terus memperkuat dakwah, pembinaan umat, dan kemaslahatan masyarakat,” kata Buya Ki Jal.
ABS-SBK dan Tantangan Generasi Muda
Buya Ki Jal juga menilai tema reaktualisasi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang diangkat dalam MUSDA sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat saat ini.
Di tengah perkembangan teknologi digital, perubahan gaya hidup, perkembangan sektor pariwisata, serta berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, peran ulama dinilai semakin penting dalam memberikan pembinaan keagamaan dan moral kepada masyarakat.
Ulama, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai Himayatul Ummah (pelindung umat), Ishlahul Ummah (pembawa perbaikan umat), dan Qudwatul Ummah (teladan bagi umat).
“MUSDA bukan hanya tentang pemilihan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan arah perjuangan dan masa depan umat,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan MUI Kota Bukittinggi yang terpilih nantinya dapat melanjutkan komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.
“Semoga kepengurusan baru dapat melanjutkan sinergi yang sudah terbangun untuk mewujudkan Bukittinggi yang gemilang, bukan hanya dalam sektor pariwisata, tetapi juga gemilang dalam iman, adat, dan kemaslahatan umat,” tuturnya.
MUI Sumatera Barat berharap semangat dan pengalaman pelaksanaan MUSDA MUI Kota Bukittinggi dapat menjadi referensi positif bagi 18 kabupaten/kota lainnya yang akan melaksanakan MUSDA pada 2026.
Wallahu A’lam Bisshawab.
BNEWS — AKURAT • TERPERCAYA • UNTUK SEMUA

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.