GALODO DAN BANJIR DI RANAH ADAT BASANDI SYARAK SYARAK BASANDI KITABULLAH

Oleh : Dr.H.Budiman Dt.Malano Garang, SAg.MM.

A. PENDAHULUAN

Allah SWT.baru saja menguji Masyarakat Minangkabau Sumtera Barat dengan musibah Galodo dan Banjir yang cukup dahsyat. Musibah ini telah menyebabkan jatuhnya korban ratusan jiwa manusia dan korban harta dengan nilai ratusan milyar.

Kita semua ikut berduka dan prihatin dengan musibah ini, semoga Allah ampuni dosa dosanya, keluarga korban tabah dan bersabar dengan musibah ini, dan setiap kerugian harta semoga Allah ganti dengan yang lebih baik.

Namun dibalik musibah ini sebagai masyarakat minang yang religius, yang memegang nilai nilai syariat dengan filosofi ABS SBK semuanya harus melakukan muhasabah diri, dan evaluasi atas perbuatan dan kebijakan di Negeri ABS SBK ini, karena tidak ada suatu kejadian dan musibah yang Allah datangkan kecuali ada pelajaran dan hikmah yang Allah ingin berikan kepada setiap hamba hambaNya.

B. PELAJARAN DIBALIK MUSIBAH GALODO DAN BANJIR

Beberapa pelajaran dan hikmah dibalik musibah

  1. Mengembalikan manusia kepada Allah SWT
    Musibah adalah peringatan agar manusia kembali menguatkan iman, taqwa, dan menjauhi maksiat.
    “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri…” (QS. Asy-Syura: 30).
  2. Menguatkan sikap sabar dan tawakal
    Musibah menguji kesabaran, gotong royong, dan keteguhan hati masyarakat.
  3. Menguatkan solidaritas dan tolong-menolong
    Momentum untuk membantu saudara yang terdampak; inilah wujud nyata ukhuwah islamiyah.
  4. Taawun/ tolong menolong, Gotong royong adalah kekuatan di masyarakat Minangkabau
    Ketika bencana terjadi, masyarakat Minang menunjukkan kekompakan luar biasa. Ini perlu terus dipelihara.
  5. Pentingnya kesiapan masyarakat
    Edukasi tanggap bencana harus diperkuat: simulasi evakuasi, jalur penyelamatan, dan kesadaran risiko.
  6. Pelajaran bagi kepemimpinan nagari
    Wali nagari, niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai harus bersinergi cepat dalam keadaan darurat.
  7. Pelajaran atas kerusakan hulu DAS (Daerah Aliran Sungai)
    Penebangan hutan dan alih fungsi lahan memperparah galodo.
    Pesan penting: Kelestarian hutan adalah syarat keselamatan kampung.
  8. Pelajaran dalam tata ruang yang patuh aturan
    Pembangunan di zona rawan banjir, tepi sungai, atau kaki bukit harus dihentikan.
  9. Pelajaran untuk rehabilitasi sungai dan tebing
    Sungai yang dangkal, sampah, dan drainase buruk meningkatkan risiko banjir.

10.Pelajatan Mitigasi berbasis alam (Nature-based Solution)
Reboisasi, penanaman bambu, dan penataan ulang aliran sungai sangat diperlukan.

  1. Pelajaran dari Sisi Pemerintahan & Kebijakan
  2. Pelajaran dalam pemetaan risiko bencana yang lebih akurat
    Pemerintah harus memperbarui peta rawan banjir/galodo dan jadikan dasar untuk pembangunan.

C. OPTIMALISASI PERAN PEMIMPIN DAN MASYATAKAT

Pemimpin dan masyarakat harus bekerja sama, berkolaborasi dalam mengatasi bencana antara lain :

  1. Pemerintah, Ninik mamak, Alim ulama, Cadiak pandai dan Bundo kandung, harus terus menguatkan pemahaman dan mengamalan nilai nilai syariat, bagaimana seharusnya masyarakat minang hidup berakhlak mulia dengan alam dan lingkingan sekitarnya.
  2. Melakukan pengawasan dan tindakan ketat terhadap tambang, perhutanan, dan alih fungsi lahan
    Banyak titik bencana terjadi karena aktivitas manusia yang tak terkendali.
  3. Pengawasan dan tindakan terhadap Investasi besar dalam infrastruktur pengendali banjir
    Contoh: check dam, sabo dam, normalisasi sungai, early warning system.
  4. Memastikan akurasi Data & teknologi harus dimaksimalkan
    Sistem peringatan dini, radar cuaca, sensor debit air, dan komunikasi cepat.
  5. Relokasi daerah berisiko tinggi
    Demi keselamatan jangka panjang, relokasi harus dilakukan secara terencana dan manusiawi.

D. MUSIBAH DAN SOLUSI SOSIAL EKONOMI

Setiap musibah pasti akan membawa dampak bagi kehidupan masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi antara lain :

  1. Musibah telah menyebabkan kehilangan ekonomi sangat besar
    Musibah memberi pelajaran pentingnya antisipasi dan pentingnya asuransi pertanian, peternakan, dan aset masyarakat.
  2. Ekonomi Nagari harus berbasis alam yang lestari
    Perekonomian Nagari dengan pengembangan pariwisata, pertanian, perikanan, dan kehutanan harus memperhatikan daya dukung lingkungan.
  3. Dana nagari dan CSR harus tepat sasaran
    Fokus pada mitigasi dan kesiapsiagaan, bukan hanya pembangunan fisik.

E. PENUTUP

Alam adalah ciptaan Allah dan merupakan ayat ayat Allah yang tercipta, manusia harus memperlakukannya sesuai dengan bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt. Allah melarang manusia merusak alam, dalam Alquran diperingatkan dengan tegas ” janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi”, alam dengan izin Allah
akan membalas perlakuan manusia dengan baik jika alam diperlakukan dengan baik.Jika hutan dijaga, sungai dibersihkan, alam akan memberi keberkahan. Sebaliknya
Jika alam dirusak, ia membalas dengan bencana seperti Galodo banjir yang menhabisi….

Allahua’lam bisshowaab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *