
Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung.
Hakekat dan Substansi Perubahan.
Hakekat dan substansi perubahan diri merupakan suatu konsep yang penting dan strategis. Manusia diciptakan oleh Allah Swt dengan potensi yang besar dan memiliki kompetensi untuk berubah dan melakukan perubahan, baik perubahan pada dirinya maupun maupun terhadap lingkungan hidupnya untuk kemajuan, kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Namun perubahan itu tidak bisa dilakukan secara instan dan pragmatis, tetapi harus terencana, terprogram dengan sebaik-baiknya, harus melalui proses yang panjang dan berkelanjutan.
Hakekat Perubahan Diri.
Hakekat perubahan diri adalah suatu proses transformasi diri dari keadaan yang kurang baik menjadi baik, dari baik menjadi lebih baik, dari keadaan yang lemah menjadi kuat, dan dari keadaan jahiliyah menjadi cerdas serta berilmu pengetahuan dan dari stagnan menjadi berkemajuan, dari kemiskinan menjadi mensejahterakan. Perubahan diri ini harus bahkan wajib dilakukan dengan niat yang ikhlas karena mengaharapkan ridha Allah Swt, sepi ing pamrih rame ing gawe dengan cara yang sesuai dengan agama, budaya, adat-istiadat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11 : “Dan Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”.
Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan diri adalah suatu syarat mutlak untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Manusia tidak dapat mengubah keadaan sekitarnya, jika mereka tidak mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Substansi Perubahan Diri.
Substansi perubahan diri adalah suatu proses yang melibatkan beberapa aspek yaitu : perubahan niat, perubahan ilmu, perubahan prilaku dan perubahan karakter.
Langkah-langkah Perubahan Diri.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan perubahan diri yaitu : muhasabah, tafakur, taubat dan istiqomah dalam upaya maksimal untuk melakukan perubahan diri kepada suasana yang lebih baik.
Pesan Ki Hajar Dewantara Menyikapi Perubahan Perkembangan Alam dan Zaman.
Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan nasional pejuang kemerdekaan dan tokoh dibidang kebudayaan, memiliki padangan yang sangat luas dan mendalam tentang konsep dan pentingnya perubahan melalui pendidikan dalam arti luas guna menyikapi perubahan perkembangan alam dan zaman. Pesan Ki Hajar Dewantara yang relevan dengan konteks perubahan perkembangan alam dan zaman sebagai berikut : Belajar dari alam (alam terkembang jadikan guru), pendidikan sebagai proses pembentukan karakter, menghadapi perubahan dengan bijak, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Pesan Ki Hajar Dewantara ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara :
. Menghadapi perubahan dengan sikap yang positif dan konstruktif.
. Berusaha meningkatkan pengetahuan dan kemampuan diri.
. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analisis.
. Memberikan dukungan dan motivasi kepada orang lain.
. Menghargai kekayaan dan lingkungan.
Semoga pesan Ki Hajar Dewantara yang sangat baik ini dapat membantu kita dalam menyikapi perubahan perkembangan alam dan zaman dengan bijak dan konstruktif, sehingga kita tidak hanya hayut dan menghanyutkan diri dalam perubahan perkembangan alam dan zaman yang selalu berubah tanpa melakukan perubahan kepada kemajuan dan mensejahterakan semua.
Makna Hanyut dan Menghanyutkan Diri.
Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan bahwa dalam menghadapi gelombang perubahan alam dan zaman, kita tidak boleh hanyut dan menghanyutkan diri. Ini artinya bahwa kita harus memiliki sikap yang kuat dan stabil dalam menghadapi segala perubahan yang cepat dan terkadang tidak terduga. Dalam konteks ini “hanyut berarti terpengaruh oleh perubahan tetapi kehilangan arah, sedangkan ” menghanyutkan diri ” berarti membiarkan diri kita terlarut dalam perubahan tanpa memiliki kontrol, arah yang jelas dan tanpa memiliki kemampuan memaknai perubahan ke arah kemajuan. Seharusnya, kita memiliki visi, misi dan program kegiatan yang jelas serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan sebagaimana ajaran SBII (Sifat, Bentuk, Isi dan Irama) artinya sifat tetap tidak berubah, tetapi bentuk, isi dan irama boleh berubah sesuai dengan tuntutan perkembangan alam dan zaman.
Cara Menghadapi Perubahan.
Cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi perubahan dengan arif dan bijaksana ialah tetap fokus pada tujuan, visi dan misi, beradaptasi dengan perubahan dan memiliki kemampuan untuk berubah, tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh emosi dan perasaan, berpikir kritis dan analisis dalam menghadapi perubahan, mengambil keputusan yang bijak dan tidak terpengaruh oleh tekanan. Dengan memiliki sikap yang bijak dan stabil, kita dapat menghadapi perubahan dengan lebih baik dan dapat mencapai tujuan kita.
Tantangan Terhadap Perubahan Perkembangan Alam dan Zaman.
Perubahan perkembangan Alam dan zaman banyak membawa tantangan yang harus dihadapi oleh manusia. Beberapa tantangan yang signifikan adalah perubahan iklim, kerusakan lingkungan, kehilangan keanekaragaman hayati, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial.
Dampaknya Terhadap Manusia.
Perubahan alam dan zaman memiliki dampak yang besar terhadap manusia, seperti : Kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit dan kematian, ekonomi menyebabkan kerugian ekonomi dan pengangguran, keamanan yang dapat menyebabkan konflik dan ketidakstabilan,
Cara Menghadapi Tantangan.
Untuk menghadapi tantangan perubahan perkembangan alam dan zaman, kita dapat melakukan beberapa cara, seperti :
. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca.
. Melindungi Lingkungan dari kerusakan lingkungan.
. Mengembangkan Teknologi Hijau.
. Meningkatkan kesadaran dan membantu mengurangi dampak negatif.
Dengan demikian kita dapat menghadapi tantangan perubahan alam dan zaman dengan lebih baik.
Salam dan bahagia.
Advokat Ki Jal Atri Tanjung.

