
Oleh : Advokat Ki Jal Atri Tanjung Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat.
Milad ke-113 Muhammadiyah pada hari Selasa, 18 November 2025 yang mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Pidato Milad Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si menjelaskan, bahwa harapan masyarakat, bangsa dan negara kepada Muhammadiyah adalah terus memperkuat dan memperluas usaha dalam memajukan kesejahteraan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan sosial, ekonomi dan rohaniah sehingga melahirkan kesejahteraan yang utuh, lahir dan batin.
Tema Milad ke-113 Muhammadiyah dan harapan masyarakat, bangsa dan negara kepada Muhammadiyah yang sangat sesuai dengan salah satu tujuan Pemerintah atau Negara dibentuk ialah untuk “Memajukan Kesejahteraan Umum” yaitu kesejahteraan umum yang merata dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
Momentumnya sangat tepat kerena kondisi perekonomian masyarakat saat ini sedang terpuruk, pengangguran cukup memprihatinkan, kehidupan masyarakat pragmatis, gaya hidup materialis, sekularisme semakin membahayakan kehidupan, kapitalis dan edonis sangat memprihatinkan bangsa Indonesia serta diperparah oleh korupsi yang merajalela, nilai-nilai kehidupan beragama, kemanusiaan, budaya dan adat-istiadat sudah mulai ditinggalkan.
Tantangan Muhammadiyah
- Radikalisme dan Sekularisme: Maraknya paham radikal dan sekular di era digital jadi ancaman serius. Muhammadiyah harus garda depan menangkal penyebaran ideologi ekstrem dengan dakwah moderat dan inklusif.
- Disrupsi Teknologi & Globalisasi: Perubahan sosial yang cepat dan teknologi digital bikin nilai-nilai lokal dan agama tergerus. Konten dakwah harus diawasi agar tetap sesuai khittah Muhammadiyah.
- Homogenisasi Budaya: Globalisasi membawa risiko budaya luar yang mengancam identitas keislaman dan kebangsaan.
- Regenerasi Kepemimpinan: Menjaga kaderisasi yang kuat dan berkomitmen pada nilai-nilai Muhammadiyah jadi tantangan tersendiri.
Upaya Muhammadiyah
- Digitalisasi Dakwah: Manfaatkan media sosial (YouTube, Instagram) dan platform digital untuk menyebarkan Islam moderat dan pesan kesejahteraan.
- Pendidikan Holistik: Kembangkan kurikulum yang integrasikan nilai keislaman, kebangsaan, dan ilmu pengetahuan. Sekolah dan universitas Muhammadiyah jadi pilar pendidikan berkualitas.
- Pemberdayaan Ekonomi: Program “Muhammadiyah Berdaya” fokus pada koperasi, UMKM, dan keuangan syariah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
- Pelayanan Sosial & Kesehatan: Rumah sakit, panti asuhan, dan program bantuan bencana jadi wujud nyata kepedulian sosial.
- Kolaborasi Strategis: Jalin kerja sama dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil untuk program kesehatan, pendidikan, dan lingkungan (Muhammadiyah Green).
Dengan menghadapi tantangan secara adaptif dan menjalankan upaya yang berkelanjutan, Muhammadiyah optimis bisa mewujudkan kesejahteraan umum yang merata dan berkeadilan. ¹ ² ³

