
Oleh : Dr.H.Budiman Dt.Malano Garang, SAg.MM.
A. PENDAHULUAN
Penyakit itu terbagi dua, pertama penyakit fisik yang kedua penyakit hati, kedua penyakit ini sama bahayanya setiap orang beriman wajib memelihara diri dari kedua penyakit ini.
Penyakit fisik bermacam macam jenisnya begitu juga penyakit hati juga bermacam macam jenisnya, salah satu penyakit hati yang berbahaya itu adalah ghurur.
B. MAKNA GHURUR
Secara bahasa, ghurur berarti tipuan, terpedaya, atau ilusi.
Dalam konteks tarbiyah, ghurur adalah:
Perasaan bangga diri, merasa lebih unggul, merasa amal sudah cukup, dan tidak menyadari kekurangan diri.
Rasulullah ﷺ mengingatkan:
“Tiga hal yang membinasakan: kebakhilan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri (ujub).”
(HR. Thabrani)
Ghurur adalah akar dari rasa ujub dan kesombongan.
C.BENTUK BENTUK PENYAKIT GHURUR
- Ghurur ilmu
Merasa sudah banyak ilmu sehingga sulit menerima nasihat atau koreksi. - Ghurur amal
Merasa sudah banyak berkontribusi dalam dakwah, lalu meremehkan orang lain. - Ghurur kedudukan
Ketika mendapat amanah, merasa lebih tinggi dan lebih penting dari mad’u atau anggota lain. - Ghurur kelompok
Merasa manhaj atau jamaah sendiri paling benar dan meremehkan jamaah muslimin yang lain. - Ghurur keshalihan
Merasa dirinya sudah shalih, padahal para salaf saja selalu khawatir amalnya tidak diterima.
D. DAMPAK BURUK PENYAKIT GHURUR DALAM DAKWAH
- Menghentikan proses tarbiyah diri (tidak mau belajar lagi).
- Menurunkan kualitas amal karena niat tidak lagi murni lillah.
- Memecah ukhuwah atau persaudaraan karena mudah merendahkan orang lain.
- Menghentikan pertumbuhan dakwah karena da’i tidak lagi bercermin.
- Membuat da’i jauh dari pertolongan Allah.
Ibnul Qayyim berkata:
“Orang yang terpedaya dirinya merasa telah menempuh jalan ketaatan, padahal ia berjalan menjauhi Allah.”
E. CARA MENJAUHI PENYAKIT GHURUR
- Perbanyak Muhasabah atau evaluasi diri
Sering mengevaluasi diri sebelum mengoreksi orang lain. - Menyadari bahwa Hidayah adalah milik Allah
Bukan hasil kemampuan dakwah kita. - Menjaga niat
Selalu mengulang niat setiap memulai amal:
“Seandainya tanpa pertolongan Allah, aku tidak mampu.” - Suka nasihat dan kritik
Para pembina yang sukses karena siap dikoreksi. - Meneladani kerendahan hati para nabi
Nabi Muhammad ﷺ, manusia terbaik, tetap berdoa:
“Jangan Engkau biarkan aku bergantung kepada diriku sendiri walaupun sekejap mata.”
(HR. Abu Dawud) - Inti Ghurur dalam pembinaan ummat
Ghurur adalah perangkap syaitan yang membuat seorang da’i merasa sudah tinggi, padahal mungkin ia justru sedang jatuh.
Tarbiyah mengajarkan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), sehingga seorang da’i harus terus merasa butuh kepada Allah, bukan bangga diri.
F. PETUTUP
Ghurur merupakan penyakit hati yang berbahaya bagi seorang mukmin dan persatuan kaum muslimin. Setiap mukmin wajib menjauhi penyakit ini, selelu berupaya mengobatinya sebagai mana yang yang diajarkan para ulama dengan mengamalkan langkah langkah seperti uraian di atas.

